Lonjakan ini tidak terlepas dari adanya indikasi dari infeksi varian baru Omicron dalam penelitian mempunyai tingkat infeksius yang tinggi atau penularan yang tinggi dan didominasi gejala ringan sampai sedang.
"Dari semua kasus yang terjadi belum bisa dipastikan itu virus Omicron, karena masih menunggu hasil pemeriksaan SGTF dan WGS oleh laboratorium Provinsi dan Balitbangkes Pusat,” katanya.
Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi, sehingga penyebaran virus tersebut bisa diantisipasi.
"Intinya prokes jangan kendor dan warga ikut vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh," katanya.
(Arief Setyadi )