Pesan Ma'ruf Amin untuk Organisasi Keagamaan: Jangan Ekstrem ke Kanan atau Kiri

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis
Selasa 22 Februari 2022 16:09 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)
Share :

JAKARTA - Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin meminta organisasi keagamaan tetap berada di tengah atau moderat untuk memelihara perdamaian dalam kemajemukan NKRI.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya secara virtual dalam kegiatan Muktamar XXII Darud Da'wah Wal-irsyad (DDI), Selasa (22/2/2022).

"Saya berharap paling tidak terdapat tiga hal pokok yang dapat disumbangkan oleh organisasi keagamaan termasuk DDI, yang pertama, saya berharap dapat membangun masyarakat yang wasathiyyin yaitu masyarakat yang berfikir moderat," ujar Ma'ruf Amin.

"Moderasi beragama atau at-tawassuth atau bersikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri ataupun ekstrem kanan. Bukan generasi yang ifrathiyyin, ataupun yang tafrithyyin, yaitu yang ekstrem ke kanan yang berlebihan dalam beragama," lanjutnya.

Dengan nilai-nilai wasathiyah, Ma'ruf meyakini dapat memelihara perdamaian dalam kemajemukan di negara Indonesia yang tercinta ini.

"Anugerah Allah SWT ini jangan sampai rusak karena adanya paham-paham yang ekstrem, baik itu yang ifrath, golongan yang intoleran karena berlebihan atau ghulu dalam beragama, maupun al tafrith, yaitu golongan yang apatis, tidak bersemangat dalam beragama dan berdakwah," tutur Ma'ruf Amin.

"Kita tidak boleh jenuh menggaungkan nilai-nilai moderasi beragama atau wasathiyah. DDI telah memiliki komitmen dan agenda untuk mengaktualisasikan nilai-nilai wasathiyah di tanah air. Ini sangat baik, karena nilai-nilai wasathiyah memang harus tercermin di dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga menjadi salah satu karakter diri dari bangsa ini," kata Ma'ruf Amin.

Namun demikian Ma'ruf mengingatkan kepedulian umat dalam menjalankan agama sesuai dengan dakwah yang baik dan toleran.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya