JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui sempat berkonsultasi dengan beberapa tokoh penting dalam membuat berbagai keputusannya dalam serangannya ke Ukraina.
Melansir dari BBC Indonesia, salah satu keputusan Presiden Vladimir Putin itu disebut memiliki efek jangka panjang.
Tak hanya untuk di Ukraina dan Rusia, tetapi di seluruh dunia.
BACA JUGA:Menhan Inggris: Lebih dari 450 Tentara Rusia Tewas pada Hari Pertama Invasi ke Ukraina
Lalu, siapa saja orang yang didengar Presiden Vladimir Putin dalam membuat keputusannya?
1. Sergei Shoigu
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu merupakan orang kepercayaan Presiden Vladimir Putin.
Sergi Shoigu juga dikenal sebagai penasihat dekatnya.
2. Alexander Bortnikov
Diketahui, Kepala Dinas Keamanan Rusia (FSB) Alexander Bortnikov bekerja sama dengan Vladimir Putin sejak di KGB.
Bahkan, menurut keterangan dari sumber terpercaya, Presiden Rusia cenderung mempercayai laporan intelijen yang dia terima dari FSB ketimbang sumber informasi lainnya.
BACA JUGA:Kondisi Warga Ukraina Setelah Diserang Rusia, Masih Tak Percaya Sampai Putuskan Berdiam Diri
3. Nikolay Patrushev
Sekretaris Dewan Keamanan Nikolay Patrushev merupakan orang yang mungkin di dengar Presiden Rusia karena menjadi salah satu penasihat terdekat.
Dia ini juga sebagai orang yang paling dekat dengan Presiden Rusia melebihi orang-orang lainnya.
4. Sergei Lavrov
Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov termasuk orang yang dekat dengan Presiden Rusia.
Meski tidak bekerja sama Presiden Rusia, tapi Putin justru sangat menghormati Lavrov.
5. Yevgeny Minchenko
Analis Politik Yevgeny Minchenko ini merupakan orang yang teratur menyusun laporan tentang lingkaran dalam Vladimir Putin.
Di mana dia gambarkan sebagai "Politbiro 2.0".
6. Boris dan Arkady Rotenberg
Miliarder Boris dan Arkady Rotenberg pun dikenal dekat dengan Vladimir Putin.
Mereka sebagai orang kepercayaannya sekaligus teman masa kecil Vladimir Putin.
Orang-orang di atas tersebut, diperkirakan akan didengar oleh Presiden Rusia.
Namun, mengenai apakah orang-orang ini bisa untuk membantu usaikan konflik dengan Ukraina masih belum diketahui.
(Zuhirna Wulan Dilla)