Senjakala pun tidak berakhir sampai di situ saja. Beberapa referensi menyebut Majapahit tengah mengalami persoalan internal dengan munculnya pemberontakan yang dilakukan Girindrawardhana, menantu Brawijaya V.
Dikatakan dari referensi lain bahwa pada saat itu kebobrokan moral para putra putri bangsawan serta para nayaka praja Majapahit yang sudah kebablasan dengan mengumbar hawa nafsunya.
Demikianlah bahwa kehidupan berlangsung seperti 'cakramanggilingan' yakni seperti roda berputar, kadangkala berada di atas dan kadangkala berada di bawah, tetapi semua itu bergantung bagaimana cara menyikapi keadaan yang dihadapkan kepada Raja Majapahit.
Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit
(Erha Aprili Ramadhoni)