Andika mengatakan pihaknya tengah berupaya menenangkan situasi dan meredakan kecemasan warga binaan akan datangnya gempa susulan.
"Pegawai terus berusaha menenangkan situasi, karena memang (situasi) sempat khawatir dan panik saat gempa terjadi," katanya.
Pada bagian lain, dampak gempa juga telah menyebabkan kerusakan di bagian atap serta plafon, listrik padam Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Pasaman serta merobohkan dinding dapur yang tengah direhabilitasi.
Andika menyatakan bahwa seluruh jajarannya menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) Darurat Bencana dan Bahaya dalam kondisi bencana.
Khusus untuk UPT Pemasyarakatan, seluruh warga binaan baik narapidana atau tahanan dikeluarkan dari blok hunian kemudian dikumpulkan pada satu titik tempat terbuka.
"Sesuai SOP seluruh WBP dikumpulkan di titik kumpul, dan segala kegiatan serta program dihentikan sementara untuk mengantisipasi gempa susulan," katanya.
(Awaludin)