Fakta Candi Peninggalan Mataram Kuno Era Mpu Sindok di Situs Srigading Malang

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 27 Februari 2022 13:06 WIB
Situs Mataram Kuno era Mpu Sindok (foto: MNC Portal/Avirista)
Share :

DUA arca peninggalan Kerajaan Mataram Kuno era Mpu Sindok menjadi temuan penting pada ekskavasi atau penggalian di Situs Srigading Malang. Kedua arca ini teridentifikasi merupakan Arca Nandaiswara dan Mahakala.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, dua arca tersebut ditemukan dalam waktu berbeda, Arca Nandaiswara ditemukan pada Selasa 22 Februari 2022, dan Arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat 25 Februari 2022. Dua temuan arca ini ditemukan di sudut tenggara, sedangkan satu arca ditemukan di sebelah timur dari dinding sisi timur, tidak jauh hanya berjarak 30 sentimeter.

"Dua temuan arca ini sangat menarik yang menandakan kemungkinan ini merupakan arca penjaga candi yang ada di Srigading, yaitu Mahakala dan Nandiswara, yang sebelumnya Nandiswara itu saya duga Agastya karena ditemukan di sisi selatan," ucap Wicaksono.

BACA JUGA:Gempa Bumi Buat Arca dan Candi Peninggalan Mataram Kuno di Malang Patah 

Arca Nandaiswara misalnya yang ditemukan tak utuh dengan kondisi tangan kanan patah, sedangkan tangan kiri yang membawa kendi juga patah, dengan kondisi kendinya hilang. Sementara Arca Mahakala ditemukan dengan kondisi patah di wajah, bagian kanan, dan kirinya. Bahkan tangan kanan yang seharusnya membawa gada, pun belum ditemukan tim BPCB Jawa Timur.

"Yang temukan pertama, itu Nandiswara, yang kedua itu Mahakala. Tapi nanti sampai ketemu lagi, dari atributnya karena gadanya hilang ya, harus Mahakala punya gada, tapi itu hilang," tuturnya.

BACA JUGA:Keterkaitan 2 Situs Mataram Kuno yang Diekskavasi BPCB Jatim 

Kedua arca yang berada di candi ini disebut merupakan simbol bagian dari agama Hindu siwa yang kerap dijumpai di beberapa bangunan candi. Dimana biasanya dibuat lengkap dengan beberapa arca yang termasuk juga pantheon yaitu tata letak arca.

"Candi ini masuk jenis Hindu Siwaistis, jadi di tengah ada Siwa dan kemudian di sekelilingnya adalah keluarga dari Siwa. Selain itu juga ada konsep arca penjaga candi Nandiswara sama Mahakala. Kalau di bangunan suci konsep penjaga kompleks itu ada Dwarapala, yang diletakkan di pintu gerbang atau pemukiman," ujarnya.

Selain arca, beberapa artefak-artefak lain seperti ukiran candi berbentuk wajah, batu ambang pintu, dua buah batu relung, dan lingga juga ditemukan. Nantinya temuan-temuan ini disimpan sementara di Museum Singasari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Sedangkan dua arca yang patah sementara waktu bakal dibawa ke kantor BPCB di Trowulan, Mojokerto, untuk diperbaiki terlebih dahulu.

"Kita amankan sementara di Museum Singosari, Kabupaten Malang. Begitu juga nanti yang tahap kedua. Kita amankan sementara di Museum Singosari malang. Berbeda khusus dengan dua arca, karena dalam kondisi patah, itu kita bawa sementara ini ke BPCB Jatim. Kita sambung supaya nanti - nanti keburu pecah. Pecahannya hilang, jadi kita segera sambung," terangnya.

Sementara bangunan candi di Situs Srigading Malang dipastikan menghadap gunung suci Semeru. Menariknya ketika ditarik garis lurus ada posisi sejajar antara bangunan candi di Situs Srigading, Gunung Semeru, dan Gunung Arjuno.

"Ini arah hadap candi ditentukan tangga masuk dan keluar, seperti (candi) Prambanan tangganya ada di timur, dia menghadap ke timur, di belakangnya ada merapi. Ini Candi Srigading menghadap ke timur. Di timur ada Semeru, lurus dengan (gunung) Arjuno," tukasnya.

Dari sisi bangunan diduga kuat candi ini seluas 8 x 8 meter, dengan gaya seperti Candi Badut yang merupakan candi tertua di Malang di masa Kerajaan Kanjuruhan, era pemerintahan Raja Gajayana.

"Gayanya seperti Candi Badut, luasnya 8 x 8 meter, kemungkinan tingginya bisa mencapai 11 meteran," tukasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya