Sembari terkekeh, ia berkata “Nun, masih ingat waktu menyunat Didit? Nih, sekarang Didit-nya sudah besar. Mau lihat hasil karya sunatanmu?”
Mendengar hal tersebut, Ainun pun tersenyum meringis, begitu pun suaminya, Habibie yang tertawa kecut. Melihat kelakuan jahil suaminya itu, Meri segera mencubit Hoegeng agar tidak iseng.
(Qur'anul Hidayat)