Serangan militer muncul di Kharkiv di timur jauh Ukraina yang dihuni 1,4 juta orang, pada dini hari Kamis (24/2). Pemerintah Ukraina mengumumkan darurat militer dan mendesak orang-orang untuk tinggal di rumah saat serangan gencar berlanjut.
Hari ke-2: Pasukan Rusia menyerang dari 3 sisi
Pasukan Rusia telah meluncurkan serangan besar ke Ukraina, menembakkan rudal ke kota-kota dan sasaran militer. Invasi melalui darat, udara dan laut dimulai setelah pidato TV sebelum fajar saat Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut agar militer Ukraina meletakkan senjatanya. Laporan awal korban termasuk warga sipil dan tentara Ukraina, dan tentara Rusia. Tank-tank miluter Rusia terlihat masuk melewati perbatasan Belarusia. Sementara itu, maskapai Eropa kompak menghentikan penerbangan ke Eropa. Aksi demonstran menentang invasi bergema hampir di seluruh Eropa.
Pasukan militer Rusia juga berhasil merebut Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl.
Hari ke-3: Pasukan Rusia merangsek, Ibu Kota Ukraina diserang.
Ledakan terlihat dan terdengar di beberapa bagian ibu kota Ukraina, Kiev, setelah berhari-hari pertempuran sengit dan ledakan di pinggiran luar saat pasukan Rusia mendekati kota itu.
Ledakan dilaporkan terjadi di Kiev serta bentrokan sengit di sekitar Ukraina. Di ibukota, sebuah ledakan besar telah terdengar di dekat Maidan Square dan beberapa ledakan telah dilaporkan di daerah Troieshchyna di kota tersebut. Menurut saksi mata, serangan artileri di Kiev cukup keras hingga terdengar bermil-mil jauhnya dari pusat kota.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah mengaktifkan NATO Response Force (NRF), menandai pertama kalinya aliansi telah mengaktifkan kekuatan 40.000 tentara siap bertugas melalukan "pencegahan dan pertahanan". Ini artinya 8.500 tentara Amerika Serikat (AS) yang telah ditempatkan di sana pada akhir Januari lalu bisa segera dikirim ke ke Eropa.