PEMERINTAH Australia menyeru kepada China agar berbuat lebih banyak untuk mengisolasi Rusia setelah negara tersebut menginvasi Ukraina. China juga didorong menerapkan rangkaian sanksi serupa seperti yang diberlakukan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengritik China yang baru-baru ini membeli lebih banyak gandum dari Rusia. Menurutnya, tindakan itu justru membuat Rusia mendapat "pertolongan ekonomi". Lantas sejauh apa China bisa membantu Rusia di bidang ekonomi?
Apakah rangkaian sanksi terhadap Rusia memengaruhi perdagangan?
China menegaskan, bahwa mereka akan "melanjutkan kerja sama perdagangan secara normal" dengan Rusia. Namun, sejumlah bank Rusia telah dicoret dari sistem pembayaran internasional, yaitu Swift. Sistem ini digunakan di seluruh dunia dalam transaksi keuangan sehingga pembayaran ekspor akan lebih sulit.
Baca Juga: Minta Bantuan Inggris Hadapi Rusia, Zelensky: Kami Akan Bertempur di Hutan, Jalanan
Konsekuensinya, baru-baru ini China mengurangi pembelian barang dari Rusia karena kalangan pedagang kesusahan melakukan transaksi keuangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara telah berupaya mengembangkan sistem pembayaran alternatif guna mengurangi ketergantungan pada sistem berbasis dollar AS seperti Swift.
Baca Juga: Anggota Parlemen Latvia Ikut Perang Melawan Rusia di Ukraina