Dapatkah Rusia Andalkan China Usai Dihantam Rangkaian Sanksi Akibat Invasi Ukraina?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 09 Maret 2022 07:13 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping (Foto: Getty Images/BBC Indonesia)
Share :

Rusia punya System for Transfer of Financial Messages (STFM), sedangkan China punya Cross-Border Interbank Payment System (CIPS). Kedua sistem ini beroperasi menggunakan mata uang masing-masing. 

Sebuah kajian yang dipublikasikan lembaga Carnegie Moscow Center menilai sistem pembayaran ini "bukanlah alternatif dari Swift".

Pada 2021, hanya satu bank China yang bergabung dengan STFM. Adapun bank-bank Rusia dan institusi keuangan global cukup banyak yang terhubung dengan sistem CIPS buatan China.

Saat ini, hanya sekitar 17% volume perdagangan antara Rusia dan China menggunakan mata uang yuan (naik dari 3,1% pada 2014), menurut sejumlah laporan media yang mengutip data statistik resmi pemerintah Rusia.

Perdagangan sektor energi antara kedua negara sebagian besar dilakukan menggunakan dollar AS, walau penggunaan yuan meningkat.

Seberapa banyak Rusia berdagang dengan China?

Perdagangan kedua negara terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Nilainya menyentuh hampir US$147 miliar tahun lalu—naik hampir 36% dari tahun sebelumnya—dan mencapai sekitar 18% dari keseluruhan nilai perdagangan Rusia pada 2021.

Saat Presiden Vladimir Putin berkunjung ke Beijing bulan lalu, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan nilai perdagangan mereka hingga mencapai USD250 miliar pada 2024.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya