Tolak Penundaan Pemilu, Jokowi dan Megawati Memiliki Nafas yang Sama!

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2022 16:27 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri bertemu dalam sebuah acara di Persemaian Modern Rumpin di Bogor, Kamis 10 Maret 2022 lalu.

Menanggapi hal itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan, pertemuan tersebut murni membahas masalah program menjaga Bumi Pertiwi.

"Tak ada pembahasan soal penundaan pemilu 2024. Sebab baik Jokowi maupun Megawati memiliki nafas yang sama, dimana keduanya tunduk pada konstitusi yang mengatur pemilu tiap lima tahun sekali. Artinya pemilu berikutnya tetap dilakukan pada tahun 2024," ujar Hasto Kristiyanto.

BACA JUGA:Ramai Isu Pemilu 2024 Ditunda, Sekjen PDIP Sebut Ada Orang Sekitar Jokowi Tak Paham Kehendak Presiden 

Hasto menjelaskan, Pertemuan antara Megawati dan Presiden Jokowi dilakukan secara periodik. Kali ini dilakukan di Rumpin Bogor. Karena sejak awal, Megawati menaruh perhatian yang begitu besar terhadap gerakan penghijauan dan bagaimana menjaga kelestarian alam raya.

“Hal tersebut juga menjadi salah satu concern dari BRIN dimana Ibu Mega sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Karena pertemuan dilakukan di Rumpin, maka yang dibahas adalah hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana menyejukkan Indonesia melalui gerak menjaga pertiwi,” tegas Hasto.

BACA JUGA:Survei Sebut Masyarakat Puas atas Presiden Jokowi, PDIP: Ini Sikap Rakyat yang Memang Riil 

Dengan penghijauan, akan menghasilkan oksigen bagi kehidupan. Dengan pepohonan, akan menjadikan Bumi Pertiwi Indonesia kelihatan menyegarkan. Maka itulah di pertemuan itu yang dibahas adalah soal nursery atau persemaian tanaman. Bukan soal isu pemilu 2024.

“Nah terkait penundaan Pemilu, sikap Bu Mega dan Pak Jokowi kan senafas, taat, tunduk dan patuh pada konstitusi. Jadi karena sudah sama, ya tidak perlu dibicarakan. Nursery lebih penting bagi masa depan pembangunan yang pro lingkungan,” pungkasnya.

Presiden Jokowi sendiri diketahui menyebutkan bahwa pada tahun ini, lebih dari 30 nursery seperti di Rumpin itu yang tersebar di beberapa titik wilayah, akan bisa menghasilkan sekitar 12 juta bibit tanaman pohon.

Sementara Megawati sendiri menyatakan dirinya berharap pembangunan persemaian itu tidak hanya akan bermanfaat untuk lingkungan. Namun juga dapat membantu meningkatkan perekonomian.

Untuk diketahui, PDIP yang diketuai Megawati adalah partai politik yang paling concern, kalau bukan satu-satunya di Indonesia, terhadap isu lingkungan hidup.

Jutaan benih pohon ditanam oleh kader partai itu di seluruh Indonesia, lewat Gerakan Mencintai dan Merawat Bumi. PDIP bahkan memelopori Gerakan Menanam 10 Tanaman Pendamping Beras demi mendorong kepedulian publik atas isu lingkungan hidup dan pangan sekaligus.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Rumpin Bogor pada 10 Maret 2022 lalu kian viral dan menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial.

Banyak yang memberikan komentar bahwa pertemuan keduanya untuk membahas isu penundaan Pemilu 2024 ataupun perpanjangan masa jabatan Presiden (tiga periode) secara konstitusional (melalui amandemen UUD 1945 ataupun tidak kunjung diketoknya anggaran KPU untuk Pemilu 2024).

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya