Curhat Benny Moerdani, Tentara Terbaiknya Tidak Diberi Tempat dan Disingkirkan

Alyssa Nazira, Jurnalis
Kamis 17 Maret 2022 07:34 WIB
Benny Moerdani dan Soeharto. (Foto: Istimewa)
Share :

JAKARTA - Dalam salah satu wawancara, Benny Moerdani pada 1993 berkisah dirinya memiliki sepuluh tentara terbaik. Tetapi, tentaranya itu tidak diberi tempat, dan hanya lima orang yang kariernya melaju di ABRI.

"Lima orang lain yang dianggap tidak baik di de-Benny-isasi," demikian dikutip dari buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap.

Dalam wawancara itu pula, Benny pertama kali melontarkan istilah de-Benny-isasi, yang merupakan gerakan menyingkirkan orang-orang yang dianggap dekat dengan Benny Moerdani dan jaringan CSIS dari posisi jabatan-jabatan strategis di ABRI.

Padahal, saat masih menjadi tentara aktif, Benny selalu menanamkan kecintaan terhadap Soeharto, kepada para juniornya saat itu.

 Baca juga: Kisah Benny Moerdani, Jenderal Kopassus yang Berhasrat Jadi Wakil Presiden

Meskipun Benny ditunjuk untuk menggantikan Letnan Jenderal Purnawirawan Poniman, sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan, pada masa itu Menteri Pertahanan dan Keamanan bukanlah jabatan yang mentereng. Kementerian ini hanya dianggap sebagai pelengkap kursi kabinet.

Sementara para loyalisnya yang ikut dipinggirkan, seperti Teddy Rusdy, yang dikenal sebagai salah satu loyalis Benny, memilih pensiun dini dengan pangkat marsekal muda. Jabatan terakhirnya asisten perencanaan umum. Jabatan ini cukup mentereng di kalangan intel yang ia emban selama enam tahun sejak 1986.

Sebanyak tiga kali Soeharto meminta Jenderal Try Sutrisno, yang merupakan pengganti Benny sebagai Panglima ABRI, untuk mengganti Teddy karena kedekatannya dengan Benny. Tekanan-tekanan tersebut jugalah yang membuat Teddy memutuskan untuk pensiun dini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya