JAKARTA - Ketika ayahnya meninggal, Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) sempat diminta untuk menggantikan ayahnya menjadi penguasa Mesir. Namun, ia lebih memilih untuk menjadi ulama, sehingga ia harus banyak belajar kepada para ulama-ulama terkenal.
BACA JUGA: Kisah Sunan Gunung Jati, Keturunan Penguasa Mesir dan Cucu Prabu Siliwangi : Okezone Nasional
Setelah menimba banyak ilmu kepada para ulama di Negeri Mesir, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati memutuskan untuk kembali ke Jawadwipa bersama ibundanya, Rara Santang.
Sama seperti ibundanya yang haus akan ilmu agama, Sunan Gunung Jati pun turut menimba ilmu agama kepada Sunan Ampel di Ampeldenta Surabaya.
Di sana, selain bersahabat dengan putra-putri dari Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati juga bersahabat dengan Raden Paku, Raden Ja'far Shodiq, Raden Said, Pangeran Jimbun, dan sebagainya.
Setelah menguasai ilmu agama yang cukup mendalam, Sunan Gunung Jati mendapat perintah dari Sunan Ampel agar berdakwah ke daerah Pajajaran di Jawa Barat.
BACA JUGA: Jatuh Cinta pada Sunan Gunung Jati, Putri Kaisar Tiongkok Berlayar ke Cirebon
Rara Santang mendukung apa yang dicita-citakan oleh Sunan Gunung Jati untuk berdakwah kepada eyangnya, Prabu Siliwangi, di Pajajaran.
Diketahui, di wilayah Kerajaan Pajajaran mayoritas rakyatnya memang beragama Hindu-Budha, termasuk para nayaka praja Kerajaan Pajajaran.