'Ada Pergerakan' Jadi Kode Jaringan Narkoba di Kampung Ambon Siasati Kehadiran Polisi

Bachtiar Rojab, Jurnalis
Selasa 22 Maret 2022 15:50 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo mengklaim, jaringan narkoba yang ada di Komplek Permata Kedaung Kaliangke atau yang dikenal sebagai Kampung Ambon memiliki kode atau cara tertentu guna mengelabui polisi.

Ardhie mengatakan, masyarakat Kampung Ambon yang terjaring narkoba menggunakan aplikasi whatsapp saat melakukan transaksi serta mengatur kode keamanan dalam aplikasi tersebut guna menghindari jeratan dari pihak kepolisian.

"Di Kampung Ambon juga mereka pakai kode. Kemarin, salah satu pelaku, kami dapatkan telah melakukan komunikasi melalui pesan singkat aplikasi whatsapp," ujar Ardhie saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/3/2022).

Menurut Ardhie, ada beberapa kode yang mudah dimengerti masyarakat serta ada juga kode yang dimodifikasi. Hal tersebut mereka lakukan guna meminimalisir pergerakan mereka di permukaan.

"Mereka itu berpesan 'awas ada polisi' atau 'awas ada pergerakan'," ucap Ardhie.

Seperti diketahui, Irjen Pol Fadil Imran memerintahkan Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo memberangus Kampung Narkoba di wilayahnya. Fadil juga mengapresiasi Polres Metro Jakarta Utara dan polsek setempat yang menggeledah Kampung Bahari.

Tak butuh lama, Polsek Cengkareng langsung menggerebek Kompleks Permata Kedaung Kali Angke atau dikenal Kampung Ambon, Kamis (17/3/2022). Sebanyak 7 orang berikut barang bukti narkoba jenis sabu dan senjata tajam diamankan.

Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo mengatakan, kegiatan ini untuk mensterilisasi Kompleks Permata Kedaung Kali Angke dari tempat penyalahgunaan narkoba. "Kami mengamankan 7 orang yang diduga Bandar atau pengedar narkoba," ujarnya, Jumat (18/3/2022).

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya