"Kalau kita lepas banyak sekali. Kita gak lepas aja, kita tahan 60 ton udah keluar perhari. Kalau kita tidak batasi 100 ton juga sampai jam 14.00 WIB -15.00 WIB udah abis. Segitu kita batasi 2 sampai 3 jeriken. Kita juga utamakan home industry," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga Aip (41) mengaku sudah mengantre untuk mendapatkan kupon sejak Subuh. Minyak goreng curah yang dibelinya ini akan dijual kembali di warung kelontong miliknya.
"Tadi ambil antrean Subuh. Dapet 4 drum, biasanya bisa 6 (drum) sekali jalan. Ini buat dijual di warung sembako, dijual paketan sama tepung," ucap Aip.
(Qur'anul Hidayat)