JAKARTA – Masa pandemi tak menyurutkan semangat untuk tetap berinovasi. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, mengambil langkah strategis dengan inovasi digital untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui optimalisasi peran UMKM.
Dengan inovasi tersebut, kini nilai transaksi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sejak mulai beroperasi pada 2020 sampai awal tahun 2022 transaksinya terus meningkat bahkan sudah tembus hingga Rp13.409.240.530 dari total nominal transaksi yang sudah selesai maupun yang sedang diproses.
Bupati Tanah Laut Sukamta turut berbangga hati, sebab berkat inovasi digitalnya tersebut dirinya berhasil meraih penghargaan dalam ajang Digital Innovation Award ‘DIA’ 2022 kategori Digital Innovation For Public Service.
Acara penghargaan tersebut disiarkan langsung di iNewsTV dan live streaming di MNC Portal Indonesia, di antaranya Okezone, Sindonews dan iNews.id dari Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Sukamta merasa bangga atas apresiasi yang diberikan oleh MNC Portal Indonesia. “Alhamdulillah, ini apresiasi dari MNC Portal dan iNews TV yang sangat luar biasa terhadap sebuah aplikasi toko daring, Sosialita, yang ini adalah memang tercipta sejak 2020 lalu, untuk pemerintah bisa belanja kepada UMKM kita,” ujarnya kepada Okezone saat event Digital Innovation Award 2022 berlangsung.
Kabupaten Tanah Laut mengusung inovasi pelayanan publik yang diberi nama Sosialita (Sistem Order Semua Instansi Lingkup Tanah Laut). Sosialita secara langsung terhubung dengan instansi dan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Kabupaten Tanah Laut untuk memenuhi pengadaan barang dan jasa lainnya.
“Inovasi ini untuk mendorong dan mengoptimalkan peran serta UMKM dalam pengadaan barang/jasa Pemerintah Daerah di Kabupaten Tanah Laut, melalui terciptanya pasar lokal digital dengan nama Sosialita (Sistem Order Semua Instansi Lingkup Tanah Laut),” tutur Bupati Sukamta.
Sosialita, lanjutnya, merupakan terobosan dalam pembangunan daerah sehingga memulihkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai pelaku UMKM di Kabupaten Tanah Laut terutama di saat masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Sosialita ini bisa membangun kesejahteraan masyarakat Tanah Laut, saya sadar betul UKM adalah pilar ekonomi yang tahan terhadap krisis, sehingga untuk menjamin stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat aplikasi ini akan saya tingkatkan,” tuturnya.
Sukamta juga menyampaikan, keunggulan dari inovasi ini adalah mendigitalkan pasar lokal (e-Marketplace lokal) untuk memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang dan/ atau jasa lainnya dengan anggaran yang bersumber dari APBD/APBN, APBDesa, BLUD dan BUMN dengan batasan nilai serta tata cara pelaksanaannya mudah namun disesuaikan dengan peraturan terkait yang berlaku.
“Aplikasi ini, berdasarkan peraturan barang dan jasa itu hanya Rp50 juta per tahun, sekarang sedang saya perjuangkan untuk bergabung dengan toko daringnya LKPP, supaya transaksinya nanti bisa sampai angka Rp200 juta,” ucapnya.