Sebagai imbalan atas penarikan pasukan Inggris, Kerajaan Bhutan setuju untuk membayar mereka 5 kuda dan memberi mereka izin untuk memanen kayu di Bhutan. Terlepas dari kesepakatan ini, kedua negara berada dalam konflik perbatasan terus-menerus sampai 1947, ketika India memperoleh kemerdekaan dan pasukan Inggris menarik diri dari daerah tersebut.
2. Thailand
Orang Thailand sering menganggap negaranya sebagai tanah kebebasan yang sebelumnya dikenal sebagai kerajaan Siam yang terletak di antara Indochina (sekarang Vietnam, Laos dan Kamboja) dan Burma (sekarang disebut Myanmar).
Raja Chulalongkorn, yang dianggap sebagai salah satu raja terbesar di Thailand, bekerja untuk mengadopsi beberapa kebiasaan Eropa dan menjadi tertarik pada teknologi Eropa dalam upaya untuk mencegah penjajahan.
Raja Chulalongkorn juga melakukan upaya diplomatik di Inggris. Ini meminimalkan kemungkinan kolonisasi oleh Eropa dan Prancis. Meski Thailand lolos dari penjajahan, namun tetap mengadopsi ide-ide barat.
3. Jepang
Jepang adalah salah satu dari sedikit negara yang berhasil melawan penjajahan Eropa. Sebaliknya, negara tersebut telah membangun kehadiran yang kuat di Taiwan, Korea, dan Sakhalin selatan.