Kisah Nyai Solihah Wahid Hasyim, Ibunda Gus Dur yang Dikenal Pemberani Sejak Kecil

, Jurnalis
Sabtu 09 April 2022 04:30 WIB
Gus Dur (Foto: istimewa)
Share :

Melawan Penjajahan

Sikap berani mengambil risiko ini pula menjadi bekal Neng Waroh turut serta membantu perjuangan para relawan perang. Di tengah medan perang mempertahankan kemerdekaan, Neng Waroh menyusup sebagai kurir yang bertugas membawa makanan, pesan-pesan rahasia serta obat-obatan ke garis depan pejuang di daerah Mojokerto, Krian (Sidoarjo) dan Jombang.

Meski di tengah kecamuk pertempuran, hal itu tak menyurutkan nyalinya bertugas sebagai kurir. Tugas yang membahayakan keselamatannya itu dilakukan oleh Nyai Solihah Wahid Hasyim. Semuanya demi usaha yang bisa dilakukan seorang perempuan untuk membantu perjuangan melawan penjajahan.

Saat itu, Nyai Solihah yang tak lain adalah ibunda Presiden Keempat RI, Gus Dur masuk dalam jajaran anggota Fujinkai yang merupakan organisasi perempuan bikinan Jepang dan beranggotakan para istri-istri pejabat. Para perempuan pribumi banyak memanfaatkan organisasi ini untuk berjuang serta membantu para pejuang kemerdekaan, sebagaimana yang dilakukan Nyai Sholihah.

Baca juga: KH Wahid Hasyim, Ayah Gus Dur yang Hobi Baca hingga Terpaksa Berkacamata di Usia 15 Tahun

Kisah kegigihan Nyai Solihah ini dituturkan oleh putra ketiganya, KH Salahuddin Wahid, ketika memaparkan perjuangan sang ibunda, Nyai Solihah Wahid pada masa kemerdekaan. “Ibu aktif dalam kegiatan dapur umum di Jombang yang bertugas membantu para pejuang kemerdekaan. Termasuk di dalamnya memberi dukungan moral dan menampung berbagai keluhan dari para pejuang dan prajurit,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Gus Dur Soal Burung-Burung yang Bingung karena Tidak Punya Raja

Tak sebatas itu, perjuangan Nyai Solihah pun berlanjut tidak hanya pra kemerdekaan tapi juga pasca-kemerdekaan dengan perannya berkecimpung di NU dan juga lembaga legislatif mulai terpilih sebagai anggota DPRD hingga DPR RI.

Semasa hidupnya, juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di antaranya turut serta dalam kepengurusan Yayasan Dana Bantuan (YDB) sejak tahun 1958 sampai akhir hayatnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya