Perintah Prabu Brawijaya Bunuh Anak Laki-Laki Usai Majapahit Diramal Berpindah Tempat

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 11 April 2022 06:29 WIB
Ilustrasi Prabu Brawijaya (Foto: sangpencerah.id)
Share :

JAKARTA - Prabu Brawijaya konon pernah memerintahkan membunuh setiap bayi yang berusia sewindu. Hal ini pasca sang Prabu Brawijaya jatuh sakit lantas mengumpulkan para nujum atau peramal, yang telah dikumpulkan untuk menjawab segala pertanyaan sang prabu.

Sang ahli nujum atau peramal ini kemudian meramal sesudah tiga keturunan lagi, wahyu kerajaan akan berpindah dari Majapahit ke Mataram. Dikisahkan dari bulu "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara - Negara Islam di Nusantara" karya Slamet Muljana, sang Prabu Brawijaya bermimpi beliau hanya bisa sembuh dari penyakitnya.

Namun ia harus bercampur dengan putri Wandan, dayang-dayang putri Dwarawati. Namun setelah sembilan bulan, putri Wandan melahirkan seorang jabang bayi laki-laki. Putri Wandan diceraikan dan jabang bayi diserahkan Prabu Brawijaya kepada juru Masahar dengan pesan agar jabang bayi pada usia sewindu dibunuh.

Baca juga: Serang Majapahit, Raja Kediri Andalkan Peran Intelijen

Juru sawah Masahar menyanggupi, jabang bayi dibawa pulang dan dipelihara baik-baik oleh Nyi Masahar, yang sudah bertahun-tahun merindukan anak. Jabang bayi itu diberi nama Bondan Kejawan. Setelah mencapai usia sewindu, juru sawah Masahar berniat memenuhi janjinya kepada sang prabu, karena takut kena umpat sang nata Prabu Brawijaya.

Baca juga: Kisah Raja Majapahit yang Dikepung Lingkaran Keluarganya yang Muslim

Ketika melihat meris terhunus siap untuk ditikam, Nyi Buhut Masahar jatuh pingsan. Karena cintanya kepada istrinya, Bondan Kejawan tidak jadi dibunuh. Ki Masahar terpaksa berdusta kepada sang prabu, Bondan Kejawan dirahasiakan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya