Kisah Prajurit Kopassus Selamatkan Pesawat Garuda yang Dibajak Teroris

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 16 April 2022 08:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

Aksi pasukan baret merah ini pun langsung mendapat pengakuan dunia internasional. Bahkan, Kopassandha disejajarkan dengan pasukan elite dunia seperti GSG 9 (Jerman) dan Mossad (Israel).

Surat kabar The Asian Wall Street Journal, tak segan menyematkan keberhasilan “Operasi Woyla”, 31 Maret 1981 di headline mereka.

“Indonesia bukannya tidak layak diberikan pujian dan hormat yang sama dengan (pasukan) komando Israel dan Jerman Barat, untuk tindakan keberanian di Entebbe (Uganda) dan Mogadishu (Somalia). Sangat disayangkan karena ada poin yang lebih luas untuk dibuktikan (pasukan Indonesia),”.

“Yang pasti, butuh kemampuan militer tingkat tinggi untuk bisa menyelamatkan penumpang pesawat yang disandera tanpa menimbulkan satu pun korban jiwa. Sedari pembajakan sampai tembakan terakhir, jalannya operasi selama 60 jam membutuhkan organisasi dan perencanaan yang sangat baik, serta butuh keberanian, efisiensi dan disiplin,” lanjut Koran tersebut.

Sementara itu, surat kabar The Bangkok Post mewawancarai salah satu personel Grup-1 Para Komando, TJP Purba,: “Prinsip kami sederhana, tak terdengar, menentukan dan agresif,”.

Setibanya di Tanah Air, komandan lapangan, Letkol Sintong Hamongan Pandjaitan beserta semua personelnya dianugerahi Bintang Sakti.

Baca juga: Pasukan Kala Sakti Diterjunkan ke Papua, Jenderal Kopassus: Berangkat Bareng dan Pulang Bareng!

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya