JAYAPURA - Pro kontra pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua dianggap menjadi hal yang lumrah terjadi. Tokoh Papua Pdt. Petrus Bonyadone mengingatkan agar disikapi secara positif bahwa hal tersebut adalah salah satu rencana Tuhan untuk Tanah Papua.
"Apa yang muncul hari ini soal pro kontra DOB menurut kami dari gereja, bahwa satu yang pasti jika itu yang Tuhan kehendaki maka itu sudah. Tuhan berkeinginan bahwa ada pemerataan kesejahteraan di tanah Papua, dan lewat Pemekaran itulah, Tuhan mau masyarakat Papua sejahtera," ucap Pdt. Petrus yang merupakan Ketua Sinode GKII Wilayah I Papua saat wawancara dengan media, Minggu (17/4/2022).
Dirinya juga berpendapat, jika pemekaran Provinsi Papua benar terwujud, maka akan memperpendek rentan kendali dengan wilayah-wilayah yang notabene ada yang tersiolir dan jauh dari jangkauan pembangunan karena geografis.
"Perlu disadari, kalau ini benar terjadi, maka rentan kendali yang selama ini jauh maka bisa menjadi dekat, karena geografis Papua seperti ini. Kalau Pemekaran terjadi maka daerah-daerah yang terisolir bisa terbuka, dan saya melihat akan ada konsentrasi dari masing-masing provinsi itu nantinya untuk membangun wilayah adatnya masing-masing," katanya.
Dijelaskan, soal pemekaran Papua sudah ada sejak zaman dahulu, dengan kajian mendalam hingga pendekatan wilayah adat diberlakukan.
Baca juga: Usulan 3 Daerah Otonom Baru di Papua, Indonesia Bakal Punya 37 Provinsi
"Bukan baru sekarang, jadi sudah sejak dulu, dan para pendahulu sudah berpikir akan Pemekaran, dan dilakukan dengan kajian yang mendalam. Pendekatan culture masing-masing wilayah adat sudah ditetapkan oleh pendahulu, ada 7 wilayah adat di Papua dan Papua Barat," jelasnya
Sementara, untuk menyikapi soal Pemekaran DOB, maka perlu semua pihak berpikir positif, karena inti dari Pemekaran tersebut adalah Kesejahteraan masyarakat.
"Dan jujur saja teman-teman di legislatif dan eksekutif menghendaki adanya pemekaran, karena mereka melihat dari sisi positifnya. Karena mereka memang melihat ada daerah-daerah yang terisolir, pendidikan, kesehatan yang masih jauh dari standar, sehingga jika Pemekaran terjadi maka akan ada pendekatan khusus untuk menyentuh daerah-daerah itu," ucapnya.
"Kita sekarang ini berjalan dengan waktu, sehingga kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu dan kesempatan yang Tuhan kasih itu kapan lagi. Istilahnya kalau bukan sekarang kapan lagi. Saya melihat seperti itu, sebagai pimpinan gereja ya Tuhan mengasihi semua umatnya. Kita selalu berdoa , dan kalau Tuhan berkehendak, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan," sambungnya.