JAKARTA – Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada saat ini menuju Indonesia. KRI Gajah Mada merupakan kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.
Setibanya di Indonesia, kapal induk tersebut tidak hanya akan menjadi bagian dari kekuatan TNI AL. KRI Gajah Mada juga akan dapat mengoperasikan helikopter milik TNI AD dan TNI AU.
"Kami bertekad bahwa kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan Angkatan Darat bisa berada di atas kapal. Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.
Namun, ini bukan pertama kalinya Indonesia mendatangkan kapal perang berukuran besar seperti KRI Gajah Mada.
Menilik kebelakang, TNI AL di era Bung Karno merupakan salah satu yang terbesar. Indonesia memiliki banyak alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang canggih pada masanya.
Indonesia pernah memiliki kapal perang berukuran sangat besar, bahkan pernah disebut sebagai terbesar di kawasan Asia hingga ditakuti negara barat. Kapal tersebut adalah KRI Irian, yang beroperasi pada tahun 1960-an.
Dikutip dari buku “Kapal Selam Indonesia” yang ditulis oleh Indroyono Soesilo dan Budiman, Kala itu, TNI AL memiliki kapal selam jenis Whiskey Class buatan Uni Soviet, dua kapal induk untuk kapal selam yaitu KRI Ratulangi dan KRI Thamrin, dua kapal penangkap torpedo (KPT), dan satu kapal penyelamat.
Selain itu, TNI AL juga memiliki KRI Irian. Kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia dari kelas light cruiser alias penjelajah ringan yang dibeli dari Uni Soviet pada 1962.
Pembeliannya tak lepas dari lobi Bung Karno yang mengalihkan perhatian Indonesia ke blok timur. Kehadiran armada perang tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan angkatan laut terbesar di Asia Tenggara.