Bobot kapal ini mencapai 13.600 ton dengan panjang 210 meter dan lebar 22 meter. Dilengkapi baja pelindung setebal 100 milimeter (mm) di lambung kapal, 150 mm di menara pengawas, 50 mm di dek serta 75 mm di kubah-kubah meriamnya.
KRI Irian juga dipersenjatai 12 meriam kaliber 152 mm, 12 meriam kaliber 100 mm, 32 meriam antipesawat kaliber 37 mm, serta 10 tabung torpedo 553 mm untuk menghalau kapal selam musuh.
Belum lagi 17 radar berbagai jenis serta dua Watch Dog electronic jamming. Maka, gemparlah negara-negara Asia ketika Indonesia punya satu dari sekian kapal sangar buatan Soviet yang punya kecepatan maksimal 32,5 knot ini.
KRI Irian sempat lebih dulu diujicobakan dengan mengikutsertakan sejumlah personel ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia, kini TNI AL) sebagai calon awak, pada 5 April 1962. Setelah dinyatakan selesai uji coba, baru kapal ini diantar dan tiba di Pangkalan ALRI Surabaya, 5 Agustus 1962.
KRI Irian sempat ditugaskan untuk merebut Irian Barat (kini Papua) dalam Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora). Bahkan kehadirannya membuat kapal induk Belanda, HNLMS Karel Doorman R81 menjadi ciut.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.