DENGAN terinspirasi kisah hijrah Rasulullah Saw, Raden Patah pun berencana membangun sebuah Masjid Agung di Demak Bintoro.Alasan ia membangun masjid sebab masjid adalah 'rumah Allah' yang dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi kaum muslimin kepada Allah Swt.
Selain dapat dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi kaum muslimin, masjid merupakan simbol terhadap syiar dakwah agama Islam yang digelorakan oleh para ulama yang dikomandani oleh Sunan Ampel.
Para ulama itu tergabung dalam suatu organisasi yang disebut dengan Wali Sanga, yakni Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Kalijaga, dan Sunan Muria. Sedang, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Wali Sanga yang paling awal berdakwah di Jawadwipa, pada saat itu telah meninggal dunia.
Para ulama adalah orang-orang yang memiliki keluasan dan kedalaman ilmu-ilmu agama, tempat orang bertanya dan meminta fatwa. Selain itu, orang yang dapat dikategorikan sebagai ulama yaitu apabila memiliki rasa khasysyah (takut dan cinta) yang tinggi kepada Allah Swt.
Dengan demikian, ulama memiliki peran yang sangat besar di dalam masyarakat, yakni memberikan pencerahan kepada rakyat, sebagai uswatun hasanah dengan akhlak dan kepribadiannya yang terpuji, dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, memiliki kepedulian yang amat besar kepada umat, dan seterusnya.
Berbicara mengenai ulama, dalam kenyataannya terdapat dua jenis ulama, yakni ulama haq (ulama akhirat) dan Ulamaus-Suuk (ulama dunia). Tentu, dalam praktiknya para ulama yang tergabung dalam Wali Sanga bukanlah golongan yang kedua, karena mereka tidak menomorsatukan dan tidak tergiur secara berlebihan terhadap glamornya kehidupan duniawi yang semu.