JAKARTA - Hari ini, Senin (2/5/2022) umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Selain Idul Fitri, istilah Lebaran akrab digunakan di Indonesia untuk merujuk hari raya tersebut.
Apa sebenarnya arti kata lebaran dan mengapa muncul sebagai kata yang artinya sama dengan Hari Raya Idul Fitri?
Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Lebaran diartikan sebagai hari raya ummat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Sementara itu, sebagian orang Jawa mempunyai pendapat berbeda mengenai kata lebaran. Kata lebaran berasal dari bahasa Jawa yaitu kata "wis bar" yang berarti sudah selesai. Sudah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang dimaksud.
"bar" sendiri adalah bentuk pendek dari kata "lebar" dalam bahasa Jawa yang artinya selesai.
Namun, orang Jawa kenyataannya jarang menggunakan istilah lebaran saat Idul Fitri. Mereka lebih sering menggunakan istilah "sugeng riyadin" sebagai ungkapan selamat hari raya Idul Fitri.
Kata Lebaran justru lebih banyak digunakan orang Betawi dengan pemaknaan yang berbeda. Menurut mereka, Lebaran berasal dari kata lebar yang dapat diartikan luas yang merupakan gambaran keluasan atau kelegaan hati setelah melaksanakan ibadah puasa, serta kegembiraan menyambut hari kemenangan.
Namun, menurut MA Salmun dalam artikelnya yang dimuat dalam majalah “Sunda" tahun 1954, disebutkan istilah itu ternyata berasal dari tradisi Hindu yang berarti "selesai, usai, atau habis". Menandakan habisnya masa puasa.
Istilah ini mungkin diperkenalkan para Wali agar umat Hindu yang baru masuk Islam saat itu tidak merasa asing dengan agama yang baru dianutnya.
Saat ini, Pusat Bahasa hanya bisa memastikan bahwa kata “lebaran” merupakan sebuah kata dasar yang terdiri dari tiga suku kata, yaitu le + ba + ran.
Terpenting, lebaran adalah hari untuk berbahagia dan bersukaria, mengenakan pakaian baru dan menikmati segala rupa makanan dan minuman yang lezat, merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
(Erha Aprili Ramadhoni)