Sambil menjaga warung kopinya, ia menyebut kebatalan mudik itu langsung ia kabarkan ke keluarga di kampung.
Bapak tiga anak tersebut menjelaskan bahwa dirinya sempat pingsan saat memadamkan api kala itu.
"Saat memadamkan api, saya sempat pingsan, bukan karena kebanyakan ngehirup asep, tapi saya kepikiran uang mudik," kata Sugianto menjelaskan keadaan saat terjadi kebakaran.
"Saya sampai dibawa ke ambulans karena ga sadar diri," ucap Sugianto menambahkan.
Istri Sugianto menjelaskan, hal yang pertama kali ia pikirkan usai kebakaran adalah rencana mudiknya harus batal.
"Ga bisa apa-apa lagi selain ikhlas," katanya.
Baik Sugianto maupun istri, berharap pemerintah bisa segera memberikan bantuan, tidak hanya berupa makanan, namun juga bahan bangunan.
Menurutnya, hidup bukan cuma soal perut, tapi juga tentang tempat untuk berlindung.
(Awaludin)