Tiga Aliran Agama yang Coba Disatukan Hayam Wuruk saat Memerintah Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 08 Mei 2022 06:29 WIB
Raja Majapahit, Hayam Wuruk (foto: dok wikipedia)
Share :

RAJA HAYAM WURUK saat memerintah Majapahit berupaya untuk menyatukan tiga keyakinan yang tengah berkembang di masyarakat. Hal ini terekam dalam kitab Nagarakretagama pada Pupuh 81. Di pupuh atau bab itu dijelaskan usaha Hayam Wuruk untuk menyatukan tiga aliran agama di Majapahit.

Istilah penyatuan tiga aliran ini disebut tripaksa atau tiga sayap yakni Siwa, Buddha, dan Brahma. Pupuh itu juga menyebutkan bahwa para pendetanya yang disebut caturdwija tunduk pada ajaran.

 BACA JUGA:Cerita Hayam Wuruk Muda Sebelum Jadi Raja Majapahit

Buku "Tafsir Sejarah Nagarakertagama" karangan Slamet Muljana mendeskripsikan istilah dwija dalam Hinduisme berarti lahir dua kali. Kelahiran yang pertama ialah kelahiran sebagai manusia, kelahiran kedua berupa upacara pengalungan benang suci atau disebut upavita, sebagai tanda bahwa seseorang telah diterima sebagai anggota masyarakat Arya.

Upacara inisiasi ini dilakukan bagi golongan brahmana pada umur 12 tahun. Hanya ketiga golongan inilah yang dikatakan lahir dua kali. Sementara golongan sudra hanya lahir satu kali, namun kemudian istilah dwija vitu hanya semata-mata diperuntukkan bagi golongan pendeta saja, yakni kaum brahmana.

BACA JUGA:Cerita di Balik Kolam Segaran, Dibangun untuk Mengenang Kekasih Hayam Wuruk 

Dari pemberitaan di Nagarakertagama inilah dapat diambil kesimpulan bahwa di Majapahit pada abad 14 ada empat golongan pendeta. Keempatnya yakni Siwa, Brahma, Wisnu, dan Buddha. Jadi terdapat empat aliran agama, yakni Siwa, Brahma, Wisnu, dan Buddha.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya