JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, saat ini pemerintah telah menyiapkan protokol surveilans untuk menangani kasus hepatitis misterius pada anak.
Menkes mengatakan, pihaknya menyiapkan tes SGPT atau Serum Glutamat Piruvat Transaminase dan SGOT atau Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase terutama yang berhubungan dengan kerusakan sel hati.
“Yang penting adalah kita sudah mempersiapkan protokol untuk surveilansnya. Yang penting adalah dites SGPT, SGOT kalau sudah di atas 100, karena normalnya 30, itu yang harus bener-bener dirujuk ke faskes (fasilitas kesehatan),” kata Menkes usai melakukan rapat koordinasi di Istana Wakil Presiden (Wapres), Rabu (11/5/2022).
Menkes menegaskan, jika pada kerusakan tersebut sudah di atas 500 harus dimasukkan ke fasilitas kesehatan rujukan.
“Nah kalau sudah di atas 500, itu harus dimasukkin ke faskes rujukan yang memang sudah kita latih untuk itu. Tapi untuk temen-temen di Inggris yang paling banyakan 100-an dan Amerika yang kedua. Itu tidak terjadi klaster,” ujarnya.