“Sekarang kita tidak perlu tanam besar-besar juga oke ada caranya, yang penting tadi itu ada mau, ada tekad ya kalo ada 1000 hektare hasilnya itu Rp30 miliar kalo tiga kali tanam berarti Rp90 miliar anak mu bisa sekolah, bisa beli motor, pendidikan makin bagus,” katanya.
Foto: Kementan
Ditempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengungkapkan berbagai upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi sehingga ketersediaan beras dalam negeri benar-benar mampu dipenuhi sendiri, bahkan surplusnya dapat diekspor. Suwandi berharap kedepannya Jeneponto dengan potensi alam yang sangat baik ini dapat menerapkan sistim pertanaman IP400.
Untuk pencanangan ini varietas padi yang ditanam adalah Inpari 42, Inpari 32, Mekonga dan produktivitas rata-rata 5,4 ton/hektare, varietas jagung yang ditanam Pertiwi 2, Pertiwi 3, NK, RK457, Nasa29 dengan produktivitas rata-rata 7,8 ton/hektare.
Untuk diketahui Kabupaten Jeneponto dengan produksi padi pada 2021 sebesar 163.218 ton GKG setara dengan 93.181 ton beras. Sedangkan potensi luas panen padi se-Kabupaten Jeneponto pada Mei 2022 adalah 609 hektare dengan estimasi produksi 4.090 ton GKG. Untuk realisasi luas panen padi Kabupaten Jeneponto 2021 yaitu 29.018 hektare dengan estimasi produksi 163.218 ton GKG dan produktivitas 2021 5,62 ton/hektare.
CM
(Agustina Wulandari )