Sementara itu, dalam sambutannya di lokasi penampungan pompa hidram, Kasad kembali menyampaikan pentingnya program TNI AD Manunggal Air untuk terus digalakkan oleh satuan TNI AD di daerah, terutama hingga ke pelosok desa. Sebab, program ini adalah implementasi 8 Wajib TNI, serta sejalan dengan Perintah Harian Kasad yang Kelima dan Keenam.
“TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi serta melakukan tindakan-tindakan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, agar mampu menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang rakyat kepada TNI AD,” ujar Kasad mengingatkan.
Jenderal TNI Dudung Abdurachman juga sempat mencoba membuka langsung keran penampungan air, dan terlihat puas dengan pencapaian anak buahnya dalam membantu kesulitan masyarakat di Desa Noelbaki.
Antusiasme masyarakat menyambut Kasad begitu tinggi, terlihat dari membludaknya warga yang hadir di sekitar lokasi penampungan pompa hidram yang akan ditinjau Kasad. Tak sedikit pula yang terlihat meminta orang nomor satu di TNI AD ini untuk berfoto bersama, sekadar untuk kenang-kenangan. Kasad pun dengan senang hati memenuhi permintaan warga tersebut.
Kasad bahkan berbincang akrab dengan warga menggunakan Bahasa Tetun, bahasa yang biasa digunakan di Timor Leste. Melihat hal tersebut, warga yang awalnya terkejut karena tak menyangka bahwa Jenderal bintang empat tersebut mengerti bahasa mereka, justru akhirnya dengan penuh kegembiraan makin bersemangat mengajak Kasad untuk bercakap-cakap.
(Susi Susanti)