2. Wahidin Soedirohoesodo
Tokoh kedua adalah Wahidin Soedirohoesodo, pemuda Yogyakarta sekaligus anak pribumi pertama yang diterima masuk ke sekolah dasar anak-anak Eropa atau Europeesche Lagere School (ELS). Sebelum bergabung dengan organisasi Boedi Oetomo, Wahidin menjalankan tugasnya sebagai dokter cerdas dan pandai bergaul.
Seringkali ia mengobati pasien tanpa memungut biaya. Sadar bahwa penjajahan membuat rakyat menderita, Wahidin berupaya membebaskan diri dengan mengajak rakyat supaya cerdas dengan mengikuti pendidikan sekolah. Dua hal yang diperjuangkan Wahidin yaitu memperluas pendidikan dan pengajaran juga memupuk kesadaran kebangsaan, sehingga dirinya sangat antusias berada di Boedi Oetomo.
3. Tjipto Mangoenkoesoemo
Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan salah satu tokoh pendiri Boedi Oetomo yang juga berprofesi sebagai dokter seperti Soetomo dan Wahidin. Tjipto mempunyai perhatian yang lebih untuk membantu menangani berbagai aspek tentang permasalahan kesehatan khususnya di Indonesia.
Dirinya sangat berperan aktif menyebarluaskan pemikiran cerdasnya untuk membangkitkan semangat perlawanan supaya rakyat tidak mudah ditindas.
4. RM. Soewardi Soerjaningrat
RM. Soewardi Soerjaningrat, salah satu anggota Budi Utomo yang berasal dari golongan bangsawan kerajaan, mempunyai nama lain Ki Hadjar Dewantara yang banyak berkontribusi terhadap pergerakan nasional di bidang pendidikan.
Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah bagi kaum pribumi yang saat itu sangat memprihatinkan kondisinya. Sejak berdirinya Boedi Oetomo, Soewardi aktif menyosialisasikan membangun kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya persatuan, kesatuan berbangsa dan bernegara.