Pelaku Penembakan di SD Texas Sempat Jadi Korban Bully, Dihina Karena Keluarganya Miskin

Natalia Bulan, Jurnalis
Rabu 25 Mei 2022 13:26 WIB
Pelaku penembakan di SD Texas/Instagram/@salv8dor
Share :

Media sosial Ramos penuh dengan foto senjata barunya, yang dia beli pada ulang tahunnya yang ke-18, kata senator negara bagian Roland Gutierrez.

Ramos juga mengirim pesan kepada seorang wanita yang berbasis di Los Angeles pada 12 Mei di Instagram, menandai dia di foto senjata.

"Kamu akan mengunggah ulang foto senjataku," @sal8dor_ mengirim pesan langsung kepadanya.

'apa yang senjatamu harus lakukan dengan saya,' jawabnya pada hari Jumat.

"Hanya ingin menandaimu," katanya kembali.

Kemudian pada pukul 05:43 pagi pada hari Selasa, @salv8dor_ mengirim pesan kepadanya dan berkata: 'Saya akan melakukannya'.

Gadis itu bertanya 'tentang apa' yang dia jawab: 'Aku akan memberitahumu sebelum 11'.

Dia bilang dia akan mengirim SMS padanya dalam satu jam dan mendesaknya untuk merespons.

'Aku punya sedikit rahasia yang ingin kuberitahukan padamu,' pesannya dengan emoji wajah tersenyum menutupi mulutnya.

'Bersyukurlah aku menandaimu,' tulisnya.

Dia menjawab: 'Tidak, itu hanya menakutkan,' menambahkan: 'Saya hampir tidak mengenalmu dan kamu menandai saya di foto dengan beberapa senjata?'

Pesan terakhirnya pada pukul 09.16 dan penembakan terjadi sekitar 11.32 waktu setempat.

Wanita itu bereaksi dengan ngeri ketika dia mengetahui apa yang telah dia lakukan.

"Dia orang asing, saya tidak tahu apa-apa tentang dia, dia memutuskan untuk menandai saya di tiang senjatanya," tulisnya.

"Saya sangat sedih untuk para korban dan keluarga mereka, saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa."

Dia kemudian menambahkan:

"Satu-satunya alasan saya menanggapinya adalah karena saya takut padanya, saya berharap saya tetap terjaga untuk setidaknya mencoba meyakinkannya untuk tidak melakukan kejahatannya. Saya tidak tahu"

Adrian Mendes, Manajer di Wendy's mengatakan bahwa Ramos adalah tipe orang yang suka menyendiri.

"Dia seperti tipe pendiam, orang yang tidak banyak bicara. Dia tidak terlalu bersosialisasi dengan karyawan lain," kata Mendes.

"Dia baru saja bekerja, digaji, dan masuk untuk mengambil ceknya," tambahnya.

Mendes mengatakan bahwa dia tidak mengenal Ramos dengan baik dan tidak sering bertemu dengannya karena berada di shift kerja yang berbeda.

Ramos bekerja dari jam 11 pagi sampai jam 4 sore atau jam 5 sore, lima hari seminggu.

Ramos ditembak dan dibunuh oleh penegak hukum di Robb Elementary School di Uvalde, Texas, setelah dia membunuh 21 orang.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya