SOEKARNO pada waktu berumur 10 tahun sudah memiliki kemauan yang keras. Dia kerap menjadi tokoh yang berkuasa setiap kali berkumpul. Bahkan, keluarganya sendiri berkumpul mengelilinginya dan menjadikannya sebagai pusat perhatian.
Pada hari ulang-tahunnya yang ke-12, dirinya sudah mempunyai pasukan. Bung Karno yang memimpin pasukan itu. Kalau Bung Karno bermain djangirik dalam debu di lapangan Modjokerto, yang lain-lain pun akan turut main. Kalau Bung Karno mengumpulkan perangko, mereka juga mengumpulkan.
Mereka menamakan Bung Karno seorang 'jago'. Suatu ketika, Bung Karno mempunyai sebuah sumpitan yang diperolehnya dari seorang kawan.
Kemudian, menempatkan bambu yang panjang dan berlobang kecil ini ke mulut dan menembakkan kacang ke arah sasaran. Sudah tentu, Bung Karno menjadi jago penyumpit.
Jika memanjat pohon, Bung Karno pun menjadi anak memanjat lebih tinggi dari yang lain. Meski, dirinya pun jatuh paling keras pula daripada anak-anak lain.