Di rumah inilah Soekarno, di tengah keterasingannya di bawah pohon sukun, menggali pemikiran tentang dasar negara Indonesia yang kemudian dirumuskan Panitia Sembilan menjadi Pancasila pada 1945.
Setelah kemerdekaan, pada 1951, Ir. Soekarno bertemu dengan pemilik rumah itu, Haji Abdullah Ambuwaru, menyatakan keinginannya agar rumah pengasingannya dijadikan museum. Keinginannya itu dikabulkan dan pada 1954 Soekarno meresmikan rumah itu sebagai “Rumah Museum”.
BACA JUGA: Kisah Soekarno Diasingkan Selama 4 Tahun di Ende Bersama Istri dan Mertuanya
(Rahman Asmardika)