BANYUWANGI - Perbatasan Jawa Timur dan Bali, melalui Kabupaten Banyuwangi pun menutup akses pengiriman dari dan menuju Pulau Bali, pasca merebaknya PMK di Jawa Timur.
Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Sugirah mengungkapkan, pembatasan pengiriman hewan ternak menuju dan dari Bali, melalui Banyuwangi dilakukan demi mengurangi penyebaran PMK. Apalagi saat ini di wilayah Kabupaten Banyuwangi sudah ratusan kasus PMK ditemukan.
"Lalu lintas ternak di pintu masuk kita jaga ketat. Terakhir ada hewan ternak dari Bali yang hendak dikirim ke luar daerah melewati Banyuwangi kita kembalikan," ucap Sugirah, ditemui wartawan.
Pihaknya juga terus bergerak melalui Satuan Tugas (Satgas) pencegahan PMK dengan menyosialisasikan ke setiap peternak untuk melakukan karantina bagi hewan ternak yang terpapar PMK. "Untuk identifikasi hewan yang terjangkit. Bagi ternak yang terkena PMK, kami minta harus di-lockdown," tegasnya.
Tak hanya itu, sosialisasi pencegahan ke sejumlah pasar hewan pun dilakukan. Kendati demikian, pihaknya memastikan belum ada kebijakan penutupan pasar hewan khusus, namun dengan syarat pembatasan hanya berlaku bagi peternak dari dalam Kabupaten Banyuwangi saja yang boleh bertransaksi di pasar hewan
"Kami himbau kepada peternak, agar lebih hati-hati, jaga kebersihan kandang dan jangan sampai menerima hewan dari luar. Sampai hari ini masih belum ada kebijakan penutupan pasar hewan. Namun antisipasi terus kita jaga," tuturnya.