TIMIKA - Tim SAR gabungan menyebut bahwa posisi jatuhnya helikopter yang memuat pasien melahirkan dan tenaga medis dari Distrik Jila menuju Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, berada di posisi kaki bukit.
Sedangkan untuk jarak lokasi jatuhnya helikopter, jika dari Jila berada pada jarak 40 Nm, sedangkan dari Timika jaraknya 20 Nm dengan radial 08.8 derajat.
"Lokasi jatuhnya heli sudah menuju ke dataran, di kaki-kaki bukit. Memang masih di kemiringan, tapi sudah dekati dataran," ungkap Mayor Pnb Adam Hardiman, pilot helikopter Caracal milik TNI AU yang tergabung dalam operasi SAR gabungan, Rabu petang (8/6/2022).
Sedangkan posisi atau lokasi jatuhnya helikopter, berada pada posisi titik koordinat S 04 30' 12.54" - E 137 16' 38.06".
Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L.M Randang juga menyampaikan jatuhnya helikopter milik Derazona Air Service yang dioperasikan PT Unitrade Persada Nusantara bekerjasama Pemkab Mimika dijadikan puskesmas keliling udara, sebelum jatuh sempat mengalami crash.
Kondisi helikopter sendiri setelah terjatuh, pada bagian ekor mengalami patah begitu juga baling-baling.
Di mana proses pencarian tim SAR gabungan dilakukan dengan cara tracking berdasarkan rute perjalanan yang dilalui helikopter naas tersebut.
"Semua korban sudah dievakuasi, tinggal besok hari ada rencana pencarian unsur SAR gabung, mohon doa dan dukungan supaya bisa membuahkan hasil untuk pencarian satu korban yang masih dinyatakan hilang," terangnya.
Helikopter Bell 412 SP register PK-DAR, terjatuh dalam perjalanan kembali ke Timika setelah take off dari Jila. Helikopter membawa pasien melahirkan, anak-anak dan juga tenaga medis.
Dari 11 penumpang termasuk kru helikopter, tersisa satu korban berusia 5-7 tahun yang dinyatakan hilang, lantaran dilaporkan terlempar keluar saat helikopter crash.
(Khafid Mardiyansyah)