Gempa M5,8 Mamuju, Kepala BNPB: Tanggap Darurat Paling Tidak 3 Minggu

Binti Mufarida, Jurnalis
Kamis 09 Juni 2022 19:14 WIB
Kepala BNPB Letjen Suharyanto (Foto: Dimas Choirul)
Share :

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, tanggap darurat pascagempa Magnitudo (M) 5,8 di Mamuju, Sulawesi Barat dilakukan selama tiga hingga satu minggu ke depan.

"Setelah dilakukan peninjauan, kami tetapkan tanggap darurat. Tanggap darurat dilaksanakan paling tidak tiga sampai satu minggu,” kata Suharyanto saat konferensi pers secara virtual usai peninjauan di lokasi terdampak, Kamis (9/6/2022).

Suharyanto mengatakan, saat ini masih ada 1.500 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi. “Memang di sini masih ada dari info Pak Gubernur di sini masih ada 1.500 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi tapi secara lambat laun mereka juga kami imbau kembali kepada rumahnya masing-masing,” katanya.

Meskipun, kata Suharyanto, dampak gempa tidak terlalu signifikan. “Alhamdulillah tidak ada masyarakat yang meninggal dunia, ada 17 orang yang luka-luka, kemudian sekitar 75 luka berat, ada satu gedung pemerintah, satu rumah ibadah, dan lain sebagainya, ini masih dilakukan data terus," ujarnya.

Setelah ditetapkan tanggap darurat, Suharyanto mengatakan, akan dilakukan pendataan masyarakat terdampak. “Di situ akan dilakukan pendataan, yang utama adalah jiwa manusia, keselamatan jiwa warga Sulawesi Barat menjadi prioritas. Yang luka-luka akan dirawat, kemudian yang masyarakat mengungsi diyakinkan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” katanya.

Suharyanto mengatakan, setelah tanggap darurat selesai, juga akan dilakukan pendataan rumah-rumah yang rusak terdampak gempa. “Apakah hanya 70 rumah atau lebih. Termasuk infrastruktur-infrastruktur yang lain, rumah ibadah, gedung sekolah, gedung pemerintah di data semua. Nah, nanti setelah tanggap darurat selesai tiga sampai satu minggu maka dilakukan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” tuturnya.

"Bukan warga kita, sampai saat ini belum ada laporan dari warga kita," ujar Lurah Cipulir, Rahman Effendi saat dihubungi, Kamis (9/6/2022).

Menururnya, korban diduga seorang warga pendatang yang belum diketahui sejak kapan menghuni kamar apartemen tersebut. Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan, korban tercatat merupakan warga Cirebon, Jawa barat.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, Iptu Iwan menambahkan, jenazah korban saat ini telah berada di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan guna dilakukan autopsi. Namun, memang dari hasil sementara, jenazah korban diketahui sudah beberpa hari meninggal dan membengkak sehingga tak bisa dipastikan ada tidaknya tanda kekerasan.

"Iya sementara ini masih sebatas penemuan (jenazah korban) saja. Kita belum tahu dia tinggal di situ apa cuma tamu. Itu yang masih kita lidik," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya