Berperang untuk Ukraina, 3 Pejuang Asing Ini Dihukum Mati Pemberontak pro-Rusia

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 10 Juni 2022 14:41 WIB
Perang Rusia-Ukraina dimulai sejak 24 Februari lalu (Foto: AFP)
Share :

Diketahui, negara-negara Barat telah menyediakan senjata dan bantuan untuk Ukraina sejak invasi 24 Februari lalu. Sejumlah orang dari luar negeri datang untuk berperang melawan pasukan Rusia.

Pertempuran paling sengit sekarang difokuskan di Severodonetsk di wilayah Lugansk, ketika para pejabat Ukraina mengatakan pasukan bersenjata mereka masih bertahan di tengah pertempuran jalanan, meskipun kota itu sebagian besar berada di bawah kendali Rusia.

Gubernur regional Lugansk - juga bagian dari Donbas - mengatakan artileri Barat akan segera membantu mengamankan kemenangan Ukraina untuk kota yang dibombardir itu.

"Begitu kami memiliki artileri jarak jauh untuk dapat melakukan duel dengan artileri Rusia, pasukan khusus kami dapat membersihkan kota dalam dua hingga tiga hari," terang Gubernur Sergiy Gaiday.

Dalam pidato malamnya kepada orang-orang Ukraina pada Kamis (9/6/2022), Zelensky mengatakan Severodonetsk dan kota-kota Donbas lainnya "bertahan".

Pasukan Kyiv juga secara bertahap bergerak maju di wilayah Kharkiv di timur laut. Menteri Pertahanan Oleksiy Reznikov mengatakan 100 tentara Ukraina tewas setiap hari dalam pertempuran garis depan dan sebanyak 500 orang terluka.

Setelah diusir dari Kyiv minggu ke invasi mereka, pasukan Rusia telah memfokuskan kembali ofensif mereka di Donbas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya