Menurutnya, media tanpa norma, buzzer, hingga relawan adalah hama demokrasi yang merusak ruang publik.
Baik Prabu maupun Didik mengatakan hal yang sama, yakni perlu adanya usaha memerangi transformasi media negatif serta hama demokrasi.
"Saya melihat bahwa di 2024 akan lebih real dan akan terjadi polarisasi yang hebat jika tidak ada intervensi atau tidak ada effort dari kita dan membiarkan informasi bebas berkeliaran seperti sekarang," ucap Prabu.
(Natalia Bulan)