Kisah Bung Karno Dituding Minta Ampun ke Belanda, Bu Inggit Marah Besar

Solichan Arif, Jurnalis
Selasa 14 Juni 2022 15:30 WIB
Soekarno dan Inggit Ganarsih. (Foto: Dok Ist)
Share :

Anwar Luthan menarik kesimpulan, surat-surat Bung Karno kepada Jaksa Agung pemerintah Kolonial Hindia Belanda itu, tak lain sebagai taktik yang bertujuan menjatuhkan belaka. Sebab setelah itu Bung Karno faktanya tetap diasingkan. “Kenapa toh Soekarno diasingkan ke Ende, Flores? Kenapa tidak dibebaskan saja?” katanya.

Mohammad Roem, mantan Menteri Luar Negeri dan mantan Wakil Perdana Menteri era Orde Lama juga mempertanyakan keaslian surat-surat Bung Karno tersebut. Ia ragu Soekarno sendiri yang menulis atau mengetik surat-surat itu. Di sisi lain ia juga menemukan beberapa kesalahan dalam bahasa Belanda yang digunakan.

“Karena itu hendaknya dicari surat-surat Bung Karno yang asli, agar dapat diperiksa, apakah benar surat itu dengan tanda tangannya dapat dipertanggungjawabkan kepada Bung Karno sendiri,” kata Moh Roem seperti dikutip dari buku “Bung Karno Antara Mitos Dan Demitologi”.

Polemik yang menggegerkan itu mendapat reaksi keras dari Inggit Garnasih, istri kedua Bung Karno yang berkomunikasi intens dengan Bung Karno selama Proklamator RI itu dipenjara di Sukamiskin. Saat itu 27 September 1980, dan Bu Inggit sudah berusia 94 tahun. Ia ditemui Mahbub Djunaidi di rumahnya Jalan Ciateul No.8 Bandung.

Begitu Mahbub Djunaidi membantu membacakan tulisan yang menuding Bung Karno meminta ampun kepada Kolonial Belanda, wajah Bu Inggit seketika mengeras. Dalam buku “Bung Karno Antara Mitos Dan Demitologi” dituliskan, Bu Inggit sontak memperlihatkan sorot mata tajam dan kuat.

Ia tidak mempercayai tulisan itu. Bagi Kus, kata Bu Inggit yang lebih suka memanggil Bung Karno dengan Kusno, sikap meminta maaf kepada penjajah adalah pamali. Bu Inggit dengan suara tegas menyatakan sama sekali tidak mempercayai kabar itu. Hal itu mustahil terjadi.

“Itu omongan aneh! Baru sekarang ini ibu dengar! Ini bininya, tidak akan main selingkuh. Tidak akan ada yang disembunyikan. Jangan menulis yang semau-maunya,” tegas Bu Inggit. Inggit Garnasih juga menceritakan bagaimana saat besluit pembuangan ke Ende, Flores turun, Bung Karno bertanya kepadanya apa bersedia ikut.

Menurut Inggit, sebagai istri dirinya tidak akan mengecewakan Bung Karno, dan karenanya menyatakan tegas ikut mendampingi. Ia menjunjung Bung Karno. Inggit ingin melihat Bung Karno senantiasa bersikap sebagai ksatria. “Kusno itu lelaki lananging jagad (lelaki sejati),” kata Bu Inggit. “Sayang Mr Sartono sudah meninggal, dia tahu persis apa yang sebenarnya terjadi,” tambahnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya