Menurut dia, selama ini, wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah langganan bencana alam, karena terdapat perbukitan, pegunungan dan aliran sungai.
Untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD Lebak memberikan edukasi dan simulasi kepada masyarakat tentang bagaimana penyelamatan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
Minimal, ujar dia, mereka bisa menyelamatkan diri sendiri sehingga terhindar dari bencana alam itu.
BPBD Lebak juga menyampaikan peringatan dini kewaspadaan kepada aparatur kecamatan, desa dan relawan tangguh di 28 kecamatan.
"Kami hingga kini menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat agar waspada bencana alam menghadapi cuaca ekstrem itu," katanya.
Sementara itu, Karman (45) warga korban bencana tanah bergerak di Kalanganyar Kabupaten Lebak mengatakan dirinya kini terpaksa mengungsi ke rumah mertua setelah rumah dan pabrik tahu miliknya rusak berat akibat tanah bergerak.
Kejadian bencana pergerakan tanah yang menerjang tempat tinggalnya itu setelah beberapa hari terakhir dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
"Kami berharap pemerintah daerah dapat merelokasi ke tempat lain dengan dibangun hunian tetap," katanya.
(Awaludin)