ALABAMA - Tiga orang lanjut usia (lansia) meninggal setelah seorang pensiunan 'setan' melepaskan tembakan saat makan malam di gereja.
Robert Smith, 70, diduga menembak mati dua orang berusia 84 tahun dan seorang berusia 75 tahun selama acara seadanya di Gereja Episkopal St Stephen di kota Vestavia Hills, Alabama, Amerika Serikat (AS).
Laporan lokal mengatakan pria bersenjata itu 'kadang-kadang' menghadiri kebaktian di gereja komunitas.
Baca juga: Penembakan di Gereja Birmingham, 2 Orang Meninggal dan Tersangka Ditahan
Pendiri gereja Douglas Carpenter mengatakan kepada WBRC FOX6 bahwa salah satu korban, Bart Rainey, telah mendekati Smith setelah menyadari bahwa dia duduk sendirian.
Baca juga: Penembakan di Gereja Iowa Tewaskan 3 Orang, Pelaku Bunuh Diri
Setelah pria itu menolak sarannya untuk bergabung dengan kelompok di meja, istri Bart, Linda, kemudian bertanya apakah dia ingin makanan dibawakan untuknya.
Smith menolak tawaran ini juga dan tak lama kemudian mengeluarkan pistol dan mulai menembak, menewaskan tiga peserta termasuk Bart.
Aksi kekerasan itu hanya berakhir ketika dia dipukul dengan kursi dan ditahan oleh seorang pria bernama Jim Musgrove, yang kemudian digambarkan oleh polisi sebagai "pahlawan" yang tindakannya "sangat kritis dalam menyelamatkan nyawa".
Sementara itu, Rainey dikatakan telah meninggal dalam pelukan istrinya di dalam gereja saat istrinya mengucapkan "kata-kata penghiburan" kepadanya. Linda selamat dari serangan itu.
Sebuah penghormatan kepada Bart yang diposting online oleh putrinya Melinda Rainey memujinya atas tindakan kebaikan terakhirnya.
"Kami bangga bahwa dalam tindakan terakhirnya di bumi, dia mengulurkan tangan komunitas dan persekutuan kepada orang asing, terlepas dari hasilnya,” terangnya.
"Kami juga merasakan kedamaian bahwa jam-jam terakhirnya dihabiskan di salah satu tempat favoritnya di dunia, Gereja Episkopal St. Stephen, tempat yang menyambut semua orang dengan cinta,” lanjutnya.
Robert Smith ditangkap tak lama setelah penembakan itu dan didakwa dengan pembunuhan berencana.
Kapten Polisi Shane Ware dari Departemen Kepolisian Vestavia Hills mengatakan "interaksi masa lalu" yang melibatkan tersangka dan anggota gereja lainnya saat ini masih diselidiki oleh berbagai lembaga.
(Susi Susanti)