JEPARA - Setelah terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Jepara, Jawa Tengah kembali digelar Senin 20 Juni 2022 malam. Kemeriahan tradisi perang obor mampu menyedot perhatian ribuan warga. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi sedekah bumi.
Perang obor diyakini mampu menggerakkan destinasi wisata yang ada di Desa Tegalsambi. BACA JUGA:Hari Kartini 21 April, Begini Kisah Gadis Asal Jepara yang Dibatasi Adat Istiadat
Penyulutan api pada daun pisang yang terbungkus pelepah daun kepala menandai dimulainya tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Senin malam. Tanpa pilih lawan, 40 peserta perang obor saling pukul dengan senjata daun pisang dan pelepah daun kelapa yang telah terbakar.
Untuk menghindari luka bakar yang serius, para peserta telah melindungi seluruh badan dengan pakaian lengan panjang dan caping. Sorak penonton membakar semangat para peserta hingga suasana kian meriah.
Tak jarang, ribuan penonton yang memadati tepian jalan harus menahan panas akibat terkena percikan api. Usai perang obor, para peserta yang mengalami luka bakar mengolesinya dengan ramuan obat tradisional dari campuran minyak kelapa dan bunga mawar.
"Luka-luka ini biar besok sudah hilang," ujar peserta perang obor, Andi Fakhrudin.
BACA JUGA:Mengenal Ratu Kalinyamat, Sosok Pahlawan Laut dari Jepara