Ia mengatakan bahwa persaingan tersebut adalah sebuah persaingan sehat karena akan mendorong tokoh-tokoh budaya Betawi untuk terus berinovasi mencari hal-hal yang baru sehingga bisa jadi tuan rumah di kampungnya sendiri.
Ia juga menjelaskan tiga unsur bagaimana agar Budaya Betawi tetap lestari di Jakarta.
"Yang pertama adalah pemerintah, bagaimana pemerintah ini harus bisa memfasilitasi para seniman, dikasih ruang, dikasih tempat sehingga mereka tetap bisa berkarya," jelasnya.
"Kemudian si seniman itu sendiri, seniman itu juga harus tetap berinovasi. Kita tahu kalau seni tradisi selalu menampilkan hal yang itu-itu saja. Saya pikir tidak, tetap harus mengikuti perkembangan zaman," tambah Syaiful Amri.
"Lalu yang nomor tiga itu adalah masyarakat, masyarakat di sini juga harus bisa memberikan apresiasi kepada seniman dan tetap harus bisa bagaimana merespons saat seniman berkarya, masyarakat harus bisa mengapresiasi," jelasnya.