Kejagung Sidik Kasus Korupsi Impor Garam Kemendag

Erfan Maaruf, Jurnalis
Senin 27 Juni 2022 15:15 WIB
Ilustrasi/ Foto: Freepik
Share :

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menaikan status perkara dugaan korupsi impor garam industri di Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke penyidikan. Peningkatan status setelah penyidik melakukan gelar perkara.

 BACA JUGA:Kapolri Harap Rumah Kebangsaan Jadi Wadah untuk Jaga Persatuan dan Kesatuan Indonesia

"Tim penyidik melakukan gelar perkara dan berkesimpulan untuk meningkatkan perkara ke tahap penyidikan," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di Komplek Kejagung, Jakarta Selatan pada Senin (27/6/2022).

Burhanuddin mengatakan kasus itu terjadi pada 2018. Pada tahun itu Kemendag menerbitkan persetujuan impor garam industri pada PT MTS, PT SM, PT UI tanpa melakukan verifikasi sehingga menyebabkan kelebihan impor garam industri.

 BACA JUGA:Bejat! Mimpi Basah Jadi Alasan Pria di Garut Setubuhi Anaknya hingga Hamil

Dalam peristiwa impor tersebut merugikan masyarakat. Hal itu terjadi karena garam impor yang seharusnya untuk kegiatan industri namun dipasarkan ke masyarakat.

Akibatnya, harga garam hasil pertanian dalam negeri tidak dapat bersaing dengan impor garam. Kerugian juga dialami oleh pengusaha kecil menengah yang tidak dapat bersaing..

"Seharusnya UMKM yang mendapatkan rezeki di situ, dari garam industri dalam negeri ini, mereka garam impor dijadikan sebagai industri Indonesia yang akhirnya dirugikan adalah pahlawan UMKM, ini sangat menyedihkan," ujar Burhanuddin.

 BACA JUGA:Viral Pesan Terakhir Atlet Taekwondo yang Disebut Sakit Asam Lambung, Apa Penyebabnya?

Burhanuddin mengatakan belum ada tersangka dalam perkara itu. Perkara tersebut merugikan banyak masyarakat khususnya pelaku UMKM.

"Memengaruhi usaha garam milik BUMN, tidak sanggup bersaing dengan harga murah yang ditimbulkan tadi," tutur Burhanuddin.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya