Mengenal Cap d'Agde, Kota yang Jadi Surganya Kaum Nudis hingga Penggila Pesta Seks

Umaya Khusniah, Jurnalis
Selasa 05 Juli 2022 00:36 WIB
Cap d'Agde (Foto: iStock Photo)
Share :

PARIS - Kota ini berjuluk kota bebas telanjang terbesar di dunia. Berada di pesisir pantai Prancis, Cap d'Agde menjadi surganya kaum nudis (kaum telanjang).

Pasalnya, Cap d'Agde memperbolehkan warganya bebas telanjang baik ke mal, salon, saat berjemur di pantai, dan lain-lain. Bahkan, warga kota menerapkan perilaku bertukar pasangan tanpa ikatan sah pernikahan.

Cap d'Agde memiliki grais pantai sepanjang 2 kilometer. Banyak fasilitas wisata di kawasan ini mulai dari toko pakaian, sauna, tempat nongkrong, hingga kelab malam dewasa.

Cap d'Agde sudah hits sejak 1958 silam. Awalnya hanya sebagai kawasan kemah bagi kaum nudis (kaum telanjang), namun pada 1970-an, mereka mengubahnya menjadi kota telanjang.

Baca juga: Deretan Wisata Berlabel "Surga" bagi Kaum Nudist, Anda Bebas Berbugil Ria!

Untuk dapat masuk kawasan ini, wisatawan harus merogoh kocek sebesar enam euro atau sekitar Rp102.000. Biasanya, dalam sehari, sekitar 50.000 wisatawan berkunjung ke Cap d'Agde.

Wisatawan yang kedapatan berpakaian pada siang hari di Cap d'Agde akan didenda 15.000 Euro atau Rp256 juta. Namun pada malam hari, wisatawan boleh berpakaian karena cuaca yang dingin.

Baca juga: Momen Traveler Bugil Bikin Heboh Media Sosial, Destinasinya Keren!

Aturan wajib telanjang pada siang hari itu kini mulai dilonggarkan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Namun lantaran kebijakan itu, kaum nudis di Cap d'Agde mengaku merasa risih karena wisatawan melihat mereka telanjang dengan tatapan aneh.

Di pusat resor ini pernah menjadi tempat taman keluarga dan kolam renang. Namun pada 2005 dirobohkan dan diganti menjadi bar dan kelab malam. Alih-alih menjadi kawasan kaum telanjang, belakangan lokasi ini lebih banyak dikunjungi oleh mereka yang gila seks.

Cap d'Agde pun akhir dikenal menjadi ibu kota seks karena muncul klub pertukaran pasangan, hotel cabul, dan sebagainya. Wisatawan yang gila seks bisa datang ke kelab malam di sini untuk pesta telanjang.

Mereka juga bisa berenang telanjang di kolam renang hotel hingga larut malam. Kawasan ini juga pernah diserang dan dibakar pada 2009. Pelaku diduga merupakan kaum naturis (kaum yang ingin lebih dekat dengan alam dengan telanjang) yang tidak suka dengan kehadiran para penggila seks.

Kini, wisata di kawasan ini hancur akibat pandemi Covid-19. Hampir 100 wisawatan dinyatakan positif. Pada Agustus 2021 lalu, dua karyawan juga dinyatakan positif Covid-19 seusai pesta cabul.

Dilansir dari Mirror, selama pandemi Covid-19, banyak wisatawan yang tak patuh peraturan dengan di antaranya penggunaan masker dan jaga jarak sosial.

Pembatasan yang diberlakukan juga semakin memperparah kondisi wisata di kawasan ini. Seorang pelaku bisnis di sini mengaku memiliki 800 karyawan. Sebanyak 300 orang di antaranya terpaksa diberhentikan.

"Saya telah kehilangan 80 persen bisnis. Sekarang banyak orang tidak berminat untuk bersenang-senang," ujarnya.

Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu Sambil Berbugil Ria Keluyuran Shopping

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya