Seluruh rombongan Sunda tewas seketika termasuk Maharaja Linggabuana Wisesa dan para pejabatnya. Namun, dari sekian pasukan Sunda, dikisahkan hanya satu orang perwira yang selamat. Satu perwira bernama Pitar ini berpura-pura tewas di antara mayat-mayat serdadu Sunda.
Ia kemudian meloloskan diri setelah pasukan Majapahit meninggalkan Bubat. Pitarlah yang akhirnya memberitahukan kepada ratu dan putri Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi perihal tewasnya seluruh rombongan Sunda, termasuk raja dan para pejabatnya.
Para kaum perempuan yang menyertai suaminya pun bersedih. Mereka yang mengiringi rombongan pengantin para pejabat Kerajaan Sunda akhirnya melakukan bunuh diri massal di atas jenazah-jenazah suami mereka. Dari sekian perempuan yang melakukan bunuh diri, Dyah Pitaloka Citraresmi calon istri Hayam Wuruk juga turut mengakhiri hidupnya dengan tragis.
Hayam Wuruk yang mendapati kondisi di Bubat cemas. Ia menuju ke Pesanggrahan putri Sunda, tetapi putri Sunda tewas. Maka prabu Hayam Wuruk meratapinya. Setelah itu upacara untuk menyembahyangkan dan mendoakan para arwah dilaksanakan.
(Erha Aprili Ramadhoni)