JAKARTA - Hilang selama empat tahun, "Ratu Kripto" Ruja Ignatova secara diam-diam membeli apartemen mewah di London. Ruja menggunakan pengacara dan manajer kekayaan yang berbasis di Inggris untuk membeli apartemen tersebut.
BACA JUGA:Aplikasi MyPertamina Diunduh 5 Juta Pengguna, Dirut Pertamina Klaim Animo Masyarakat Tinggi
Seorang mantan penjaga pintu di blok apartemen eksklusif, Abbots House di Kensington, London, ingat pernah bertemu dengan Ruja Ignatova pada tahun 2016, saat dia kembali dari belanja dengan para pengawalnya dari Bulgaria.
"Dua pria malang ini mengikuti di belakangnya seperti keledai yang kelebihan muatan, dengan bersusah payah, dan sedikit kehabisan napas, mereka masing-masing membawa 20 kantong belanja," kata manta penjaga pintu itu, James (bukan nama sebenarnya) dilansir dari BBC, Rabu (6/7/2022).
Ruja saat itu memborong berbagai barang mewah seperti Jimmy Choo, Prada, dan Calvin Klein, tanpa peduli berapa harganya.
Beberapa saat kemudian, James sempat melihat ke dalam apartemen Ruja, terdiri dari empat kamar tidur dan dilengkapi kolam renang.
"Saat Ruja memasukkan lukisan Andy Warhol ke lemari, hati saya hancur karena saya kuliah jurusan seni," kata mantan polisi itu.
Lukisan itu adalah lukisan aktris Elizabeth Taylor. Karya Andy Warhol lainnya, Red Lenin, tergantung di atas perapian. Di sebelah kiri sofa di ruang penerima tamu adalah lukisan Ratu Bubblegum oleh Michael Moebius, dan menggambarkan Ratu Elizabeth meniup gelembung.
BACA JUGA:Perankan Sri Asih, Penampilan Pevita Pearce Tuai Sorotan
Majalah Private Eye kemudian memperkirakan flat itu berisi karya seni senilai £500.000 (Rp9,8 miliar), dibeli dari galeri Halcyon London.
James bertanya-tanya, apakah Ignatova sengaja menyebarkan kekayaan tersembunyinya menjadi aset yang dapat dengan mudah dipindahkan, untuk menghindari penyitaan.
Pada 17 September, pengacara Ruja di Jerman, Martin Breidenbach, membela kliennya di Münster.
Ruja didakwa melakukan pencucian uang karena mentransfer 20 juta Euro (Rp330 miliar) ke sebuah firma hukum di London guna mendanai pembelian properti mewah tersebut.
Dua orang lain juga berada di kursi pesakitan, menghadapi dakwaan ikut menyedot jutaan Euro dari kasus penipuan Dr Ruja yang totalnya senilai 4 miliar Euro (Rp66 triliun). Ruja menjual sesuatu yang tidak ada, cryptocurrency palsu melalui perusahaan yang dia sebut OneCoin.
Beberapa bulan sebelumnya, Ruja telah mengaku bersalah atas penipuan dan tuduhan lainnya di pengadilan Jerman, setelah membuat bangkrut pabrik logam yang dia beli dan menyebabkan 150 orang kehilangan pekerjaan pada tahun 2011.
BACA JUGA:Piala AFF U-19 2022: Hingga Menit 30, Timnas Indonesia U-19 vs Timnas Thailand U-19 Sama Kuat 0-0
Sementara itu, pengacara di Locke Lord, sebuah firma hukum Amerika Serikat dengan kantor di London, mengungkapkan keprihatinan tentang sumber dana 20 juta Euro yang dia transfer.
Tetapi perusahaan Ruja lulus pemeriksaan kepatuhan perusahaan, jadi mereka melanjutkan pembelian properti, bersama dengan Aquitaine Group, sebuah perusahaan Guernsey yang memberikan layanan surga pajak kepada klien-klien kaya.
Apartemennya telah direnovasi oleh pengembang properti mewah Candy & Candy setelah kebakaran yang terjadi saat properti itu dimiliki penyanyi Duffy.
Agen propertinya adalah Knight Frank. Tapi siapa yang telah membeli apartemen itu tetap tidak terbuka bagi publik, karena kerahasiaan surga pajak Inggris.
Menurut akta properti, pemiliknya adalah Abbots House Penthouse Limited.
BACA JUGA:Tak Tuntut Harta Dewi Perssik, Angga Wijaya: Semua Itu Punya Dia
Perusahaan ini adalah usaha cangkang Guernsey yang anonim, salah satu dari 12.000 perusahaan sejenis yang memiliki properti di Inggris dan Wales.
Artinya, nama Ruja tidak harus muncul di akta Inggris, atau dalam catatan publik di Channel Island.
Sementara itu, alamat Locke Lord di London muncul di dokumen Pendaftaran Tanah apartemen.
Upaya ini tampaknya cukup untuk menyembunyikan pembelian properti oleh Ruja dari Kepolisian Kota London, yang mengatakan kepada investor OneCoin yang ditipu pada September 2019 bahwa mereka "tidak dapat mengidentifikasi satu pun aset OneCoin di Inggris".
Kebenaran baru terungkap dua bulan kemudian, dalam email yang dibacakan dalam persidangan pencucian uang mantan karyawan Locke Lord di AS, Mark Scott.
BACA JUGA:Pemotor Harley yang Tabrak Anak Kembar di Pangandaran Divonis 4 Bulan Penjara
Beberapa orang di daerah itu mengaku ingat tetangga mereka yang terkenal itu, tetapi mereka memberitahu BBC bahwa Ruja hanya tinggal sebentar, pada tahun 2016.
Tahun itu Ruja sepertinya bersiap untuk tinggal di London. Dia membuka kantor di gedung eksklusif 1 Knightsbridge dan merayakan ulang tahunnya yang ke-36 dengan pesta mewah di Museum Victoria dan Albert.
Tersebar juga kabar bahwa dia punya rencana untuk putrinya melanjutkan studi di sekolah swasta di Inggris suatu hari nanti.
Namun, apartemen seluas 2000 meter persegi itu, seperti yang dijelaskan Candy & Candy, sebagian besar areanya tetap kosong. Ruja tidak mengunjungi huniannya di Kensington sama sekali pada 2017.
Kemudian pada 25 Oktober tahun itu, dia naik penerbangan Ryanair dari Sofia ke Athena, dan menghilang dari muka bumi, dan belum ditemukan sampai sekarang.
Korban penipuan OneCoin ingin properti diuangkan
Adapun, keberadaan properti London ini adalah berita menarik bagi jutaan korban penipuan OneCoin, yang ingin aset Ruja dijual dan hasilnya didistribusikan kepada para investor.
Namun, struktur kepemilikan yang kompleks dapat mempersulit pembuktian bahwa Ruja adalah pemilik sah. Setelah pengungkapan Pandora Papers, sejumlah pihak telah berulang kali menyerukan pendaftaran atas para pemilik properti 'offshore'.
Hal ini telah dijanjikan oleh pemerintah Inggris tetapi sejauh ini gagal dilaksanakan.
Setelah tekanan dari anggota parlemen, pada tahun 2019, Guernsey dan wilayah terkait Britania Raya lainnya berkomitmen untuk mengumumkan pemilik perusahaan yang berada di dalam yurisdiksi mereka tetapi itu tidak akan terjadi sampai tahun 2023.
Pendamping korban Jen McAdam mengatakan dia merasa jijik dan marah setelah mengetahui berita bahwa pembelian properti Ruja di London melibatkan pengacara yang berbasis di Inggris, manajer kekayaan 'offshore', dan agen real estat.
BACA JUGA:3 Tahun Menduda, Kriss Hatta Kini Gebet Artis di Bawah 17 Tahun, Siapa?
"Ini hampir pasti uang korban OneCoin yang telah dibeli dengan properti ini, para korban yang selama lima tahun terakhir mengalami penderitaan emosional yang tak terbayangkan dan kerugian finansial yang sangat besar," katanya.
"Sekarang bukan waktunya bagi perusahaan untuk diam tentang keterlibatan mereka, sekarang saatnya untuk terbuka, transparan, dan mengatakan yang sebenarnya. Kami ingin jawaban."
(Nanda Aria)