Upaya ini tampaknya cukup untuk menyembunyikan pembelian properti oleh Ruja dari Kepolisian Kota London, yang mengatakan kepada investor OneCoin yang ditipu pada September 2019 bahwa mereka "tidak dapat mengidentifikasi satu pun aset OneCoin di Inggris".
Kebenaran baru terungkap dua bulan kemudian, dalam email yang dibacakan dalam persidangan pencucian uang mantan karyawan Locke Lord di AS, Mark Scott.
BACA JUGA:Pemotor Harley yang Tabrak Anak Kembar di Pangandaran Divonis 4 Bulan Penjara
Beberapa orang di daerah itu mengaku ingat tetangga mereka yang terkenal itu, tetapi mereka memberitahu BBC bahwa Ruja hanya tinggal sebentar, pada tahun 2016.
Tahun itu Ruja sepertinya bersiap untuk tinggal di London. Dia membuka kantor di gedung eksklusif 1 Knightsbridge dan merayakan ulang tahunnya yang ke-36 dengan pesta mewah di Museum Victoria dan Albert.
Tersebar juga kabar bahwa dia punya rencana untuk putrinya melanjutkan studi di sekolah swasta di Inggris suatu hari nanti.
Namun, apartemen seluas 2000 meter persegi itu, seperti yang dijelaskan Candy & Candy, sebagian besar areanya tetap kosong. Ruja tidak mengunjungi huniannya di Kensington sama sekali pada 2017.
Kemudian pada 25 Oktober tahun itu, dia naik penerbangan Ryanair dari Sofia ke Athena, dan menghilang dari muka bumi, dan belum ditemukan sampai sekarang.
Korban penipuan OneCoin ingin properti diuangkan
Adapun, keberadaan properti London ini adalah berita menarik bagi jutaan korban penipuan OneCoin, yang ingin aset Ruja dijual dan hasilnya didistribusikan kepada para investor.
Namun, struktur kepemilikan yang kompleks dapat mempersulit pembuktian bahwa Ruja adalah pemilik sah. Setelah pengungkapan Pandora Papers, sejumlah pihak telah berulang kali menyerukan pendaftaran atas para pemilik properti 'offshore'.
Hal ini telah dijanjikan oleh pemerintah Inggris tetapi sejauh ini gagal dilaksanakan.
Setelah tekanan dari anggota parlemen, pada tahun 2019, Guernsey dan wilayah terkait Britania Raya lainnya berkomitmen untuk mengumumkan pemilik perusahaan yang berada di dalam yurisdiksi mereka tetapi itu tidak akan terjadi sampai tahun 2023.
Pendamping korban Jen McAdam mengatakan dia merasa jijik dan marah setelah mengetahui berita bahwa pembelian properti Ruja di London melibatkan pengacara yang berbasis di Inggris, manajer kekayaan 'offshore', dan agen real estat.
BACA JUGA:3 Tahun Menduda, Kriss Hatta Kini Gebet Artis di Bawah 17 Tahun, Siapa?
"Ini hampir pasti uang korban OneCoin yang telah dibeli dengan properti ini, para korban yang selama lima tahun terakhir mengalami penderitaan emosional yang tak terbayangkan dan kerugian finansial yang sangat besar," katanya.
"Sekarang bukan waktunya bagi perusahaan untuk diam tentang keterlibatan mereka, sekarang saatnya untuk terbuka, transparan, dan mengatakan yang sebenarnya. Kami ingin jawaban."
(Nanda Aria)