3 Tokoh Indonesia Ini Tolak Pindah Kewarganegaraan, Pilih Mengabdi di Tanah Air

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Kamis 14 Juli 2022 08:05 WIB
Presiden ke-3 RI BJ Habibie semasa hidup (Foto: Twitter)
Share :

JAKARTA – Beberapa orang mungkin menerima tawaran menjadi warga negara lain karena alasan ekonomi, keuangan, fasilitas, dan lainnya. Namun beberapa orang menolak pindah status kewarganegaraan, meski menggiurkan.

Beberapa tokoh Indonesia ini memilih untuk menolak tawaran pindah kewarganegaraan. Berikut ini tokoh yang menolak pindah kewarganegaraan dilansir beragam sumber, Rabu (13/7/2022).

1. Sonny Mumbunan

Sonny Mumbunan lahir di Minahasa pada 1976  dan meraih gelar MSc dari Martin Luther University Halle Wittenberg, Jerman pada 2008. Kemudian, gelar PhD diperolehnya dari Universitaet Leipzig, Jerman. Ketika kuliah di Jerman, ia mendapat beasiswa dan dana dari Kementerian Luar Negeri Jerman. Sonny mengatakan, lembaga pemberi beasiswa itu menawarkan fasilitas untuk pindah kewarganegaraan. Biasanya tawaran itu diberikan kepada para mahasiswa yang mempunyai talenta tinggi.

Baca juga: Ambil Sumpah Kewarganegaraan, WNI Baru Diminta untuk Selalu Setia NKRI

Hal ini dilakukan untuk mempertahankan mahasiswa yang mempunyai kualifikasi tinggi di bidang spesifik untuk memberi sumbangan kepada Jerman. Lembaga pemberi beasiswa tersebut mengimingi akan menerima bantuan dana jangka panjang. Namun, Sonny tidak menandatangani surat untuk fasilitas pindah kewarganegaraan. Sonny merupakan peneliti di Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia, selain menjabat sebagai Lead Economist di World Resources Institute.

 Baca juga: 4 Tingkah Aneh WNA di Indonesia yang Meresahkan, Joget Bugil hingga Ganggu Rumah Tangga

2. Prabowo Subianto

Saat Pilpres 2014, mencuat isu bahwa Prabowo Subianto yang saat itu maju sebagai capres memiliki kewarganegaraan ganda. Ia disebut mempunyai kewarganegaraan Yordania. Namun, Prabowo menampik isu tersebut. Isu ini muncul lantaran Prabowo memiliki hubungan baik dengan Raja Abdullah dari Yordania.

Diketahui, Prabowo memang sempat tinggal di negara tersebut beberapa tahun. Ia diterima dan mendapat perlakuan baik. Bahkan, menurut Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo, Prabowo Subianto sempat ditawari untuk menetap di Yordania. Namun, hal ini ditolak oleh Prabowo. Selain itu, pada 1999, Prabowo sempat pula mendapat tawaran untuk posisi sebagai tim penasihat di militer Yordania. Akan tetapi, Prabowo juga menolak tawaran tersebut.

3. Bj Habibie

Presiden Indonesia ketiga, BJ Habibie, telah menorehkan prestasi di bidang teknologi khususnya dunia penerbangan semasa hidupnya. Habibie pernah mengenyam pendidikan di Universitas RWTH Aachen, Jerman sejak 1995. Di sana, Habibie mendalami teknik penerbangan dengan jurusan konstruksi pesawat terbang.

Setelah lulus, Habibie juga sempat berkarier di perusahaan kereta api Jerman. Penemuannya, yaitu Crack Progression Theory atau Teori Habibie, membuat Habibie dikenal oleh para ahli dirgantara di Jerman. Melihat kejeniusan serta potensi Habibie, pemerintah Jerman pun menawarkan status warga negara kehormatan Jerman kepada Habibie. Namun Habibie menolak tawaran tersebut. Meski penawaran tersebut ditolak, pemerintah Jerman tetap memberi penghormatan kepada Habibie dengan membebaskannya tinggal di Jerman sepanjang Habibie mau.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya